Penipu Wanita Kesepian Diciduk Polisi

0
92
Aparat Polresta Depok saat memberikan keterangan terkait penipun terhadap wanita kesepian

Margonda | jurnaldepok.id
Polisi meringkus seorang pria, AN tersangka penipu yang menggasak mobil korban dengan modus kencan melalui aplikasi Tinder.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Komisaris Polisi Deddy Kurniawan mengatakan, aksi modus operandi yang dilakukan AN bermula mengontak atau menchat calon korban melalui media sosial pencarian jodoh, Tinder.

“Berhasil kontak calon korban, pelaku lalu membuat janji bertemu di sebuah tempat, seperti yang dilakukannya pada korban terakhir yang bersepakat bertemu di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Margonda,” ujarnya, Senin (3/12).



Saat korban mulai lengah, sambungnya, tersangka membawa kabur mobil korban.

“Pelaku dapat leluasa membawa kabur mobil korban karena memegang kunci dan kartu parkir.
Korban terakhir itu sedang berbelanja dan tersangka berpura-pura ingin keluar sebentar untuk merokok,” paparnya.

Korban awalnya, kata dia, tak menyadari sampai setelah sekian lama ditunggu-tunggu, pria yang baru bersamanya itu tak kembali.

“Rata-rata para korbannya wanita kesepian. Korban terakhirnya seorang wanita berusia 41 tahun dan pelaku membawa kabur mobil korban,” terangnya.

Merasa mobilnya dibawa kabur pelaku, korban lapor ke Polresta Depok dan langsung ditindak lanjuti oleh anggotanya.

“Pelaku AN dibekuk oleh anggota kami dalam pelariannya di wilayah Jakarta Pusat, Minggu(2/12) malam,”katanya.

Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pengembangan dan penyelidikan atas kasus tersebut.
Pelaku dijerat pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan yang ancaman hukumannya pidana penjara empat tahun penjara.

Sementara itu, pelaku AN mengaku semua korbannya merupakan wanita kesepian yang memang sengaja ingin berselingkuh.

“Rata-rata yang mau sama saya adalah wanita yang memang dia selingkuh dari suaminya. Saya tahu itu karena mereka yang curhat ke saya,” ungkapnya.

Alasan para korban selingkuh, cukup beragam. Namun sebagian besar karena sudah tidak nyaman dengan suaminya.
“Justru para korban itu merasa nyaman dengan saya karena sering menjadi tempat berkeluh kesah atau curhat,”katanya.

Dalam melaksanakan aksinya, dirinya memilih calon korban.

“Biasanya, yang kami incar adalah wanita karier atau pekerja kantoran. Kalau istri pejabat saya belum nemu. Rata-rata ngakunya pada kerja,” jelasnya.

Meski para korbannya wanita kesepian, dirinya mengaku tidak memberikan layanan seksual.

“Sumpah Pak, belum ada yang saya apa-apain. Paling cuma saya ambil barangnya,” akunya.

Dia berdalih yang dilakukannya tidak semata mencari keuntungan, melainkan juga mencari pelampiasan setelah istrinya berselingkuh dengan pria lain.

“Saya ditinggal istri saat bisnis saya sepi,”pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here