Tunjangan ASN Naik Rp 8 Juta

0
297
Walikota Depok saat melepas peserta jalan santai dalam rangka HUT Korpri ke 47

Sawangan | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok pada 2019 mendatang akan menaikkan tunjangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer yang bekerja di lingkup Pemerintah Kota Depok. Hal itu dikatakan langsung oleh Walikota Depok, Mohammad Idris saat puncak peringatan HUT Korpri ke 47 di Sawangan.

“Pertimbangan penambahan tunjangan karena selama ini tunjangan hanya berpijak kepada jabatan, pangkat dan golongan. Tapi sekarang tidak seperti itu, saat ini di antara kebijakan adalah beban kerja,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia mencontohkan, ketika ada bebean kerja yang beresiko tinggi maka prosentase tunjangn otomatis akan lebih tinggi, seperti Damkar misalnya, begitu juga dengan pegawai honornya.



“Lalu ia memiliki beban kerja yang berat, namun ia memiliki tunjangan yang lain dan yang lain tidak dapat. Misalnya guru, ia sudah dapat sertifikasi sehingga tunjangannya tidak sebesar lurah dan camat. Saat ini camat dihitung ada di antara mereka sesuai pangkat dan golongan serta kinerjanya mencapai Rp 19-20 juta take home pay nya setiap bulan,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kenaikkan tunjangan bagi para ASN sulit diprosentase karena adanya perbedaan beban kerja.

“Namun ada yang kenaikannya sampai 70 persen, 50 persen ada juga yang hanya satu persen, tergantung evaluasi beban kerjanya. Nominalnya Rp 1-8 juta,” terangnya.

Dijelaskannya, kenaikkan tunjangan bagi para ASN dan honorer di lingkup Pemkot Depok, tidak sampai kepada belanja tidak langsung, belanja barang dan lainnya.

“Belanja pegawai itu masih dibawah 45 persen, yang honor juga kami masukkan karena yang ada hitungan TPP nya itu memang ASN. Namun yang honor ini kebijakan pimpinan untuk kami naikkan, keculai honor yang outsorching yang nanggung perusahaan karena kan di atas UMR,” ungkapnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Depok juga telah mengeluarkan kebijakkan memberikan gaji ke 13 untuk 1.300 guru honorer. Di mana sebelumnya Pemkot Depok juga telah mengeluarkan kebijakan gaji untuk para guru honorer tahun ini pada 2018 ini.

“Ada gaji ke 13 untuk guru honorer nanti di 2019, gaji ke 13 guru honorer yang akan diberikan sebesar gaji yang mereka terima selama ini,” ujar Mohammad Idris, Walikota Depok, Rabu (28/11).

Ia menambahkan, bahwa anggaran gaji ke 13 untuk guru honorer telah dialokasikan dan disahkan.

“Dana untuk itu kami ambil dari APBD Depok, In Sya Allah terealisasi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here