Telat Sehari Bayar Tagihan, Listrik Langsung Diputus

0
93
Manager PLN ULP Sawangan foto bersama tim emutusan listrik

Bojongsari | jurnaldepok.id
Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Sawangan mulai mengambil langkah tegas terhadap tunggakan listrik pelanggan di wilayah Desa Cogreg, Kecamatan Parung dan desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng.

Pasalnya sampai dengan, Rabu (21/11) jumlah tunggakan pelanggan mencapai 700 pelanggan.

“Dengan kondisi ini, secara rutinitas kami lakukan pemutusan sambungan bagi mereka yang menunggak pembayarannya,” ujar Ferdinand, Manager PLN ULP Sawangan, kemarin.



Ia menambahkan, pemutusan sementara sambungan listrik dilakukan secara tegas yakni dengan memutus aliran listrik sementara mulai dari tunggakan satu bulan.

“Beberapa pelanggan merasa kaget ketika didatangi petugas PLN karena listriknya mau diputus, padahal masih belum lewat bulan dan itu sudah terbiasa bayar listrik di akhir bulan, tapi sekarang baru tahu kalau aturan PLN batas bayarnya hanya sampai tanggal 20 bukan tanggal 30,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada juga beberapa pelanggan yang mau diputus listriknya, padahal dia sudah titip bayar tanggal 10 November tapi secara kolektif.

“Ternyata setelah ditelusuri oleh kolektornya selalu dibayarkan di akhir bulan, uangnya dipakai dan diputarkan untuk keperluan yang lain. Ada lagi pelanggan yang akan diputus padahal dia sudah membayar dan punya buktinya, setelah ditelusuri ternyata dia salah membayar milik orang lain,” terangnya.

Dikatakannya, sebetulnya PLN tidak mengharapkan adanya pemutusan listrik. Namun begitu ia berharap pelanggan melaksanakan kewajiban membayar listrik, sehingga tidak ada tunggakan dan pemutusan listrik.

“Masa pembayaran listrik itu dari tanggal 1 sampai 20 setiap bulannya. Jadi kalau sampai tanggal 20 pelanggan belum membayar listrik, pada tanggal 21 sudah langsung diputus aliran listriknya sementara,” ungkapnya.

Menurut dia, pemutusan aliran listrik untuk penungak tagihan satu bulan dilakukan dengan cara menyegel MCB, kemudian jika selama dua bulan tidak juga dibayar setelah pemutusan aliran listrik, pihak PLN akan mencabut langsung MCB yang terpasang pada kwh meter PLN.

“Namun jika pelanggan menunggak tiga bulan maka kWh meter milik PLN akan dibongkar, dan jika pelanggan akan menyambung listriknya kembali akan dikenakan biaya pemasangan listrik baru serta melunasi tunggakan yang belum terbayar,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, maksud dan tujuan dari pemutusan itu adalah mensosialisasikan kepada pelanggan PLN ULP Sawangan untuk membudayakan tertib bayar listrik sesuai ketentuan yang berlaku. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here