Polres Depok Siaga Bencana

0
53
Kapolresta Depok saat meninjau perlengkapan penanggulangan bencana

Margonda | jurnaldepok.id
Jajaran Polresta Depok melakukan kesiapan Tanggap Bencana pada musim penghujan saat ini.
Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto meminta kepada semua personil untuk siap tanggap bencana banjir yang setiap waktu bisa datang memasuki musim hujan.

“Semua personil yang termasuk jajaran Polsek sudah siap jika ada bencana banjir maupun longsor untuk segera dapat ditanggulangi sehingga tidak ada korban,” ujar Didik, Kamis (22/11).

Dia mengungkapkan selain kesiapan anggota, dari kelengkapan alat bantuan bencana juga sudah dipersiapkan.



“Kami persiapkan juga perahu kayak dua set ( 6 rompi, 6 helm, 4 dayung, 6 pelampung, 4 senter ), perahu kano tiga set ( 3 rompi, 3 helm, 4 senter ), dan gergaji mesin ada delapan unit,”ungkapnya.

Dia berharap kepada masyarakat, jika ada yang mengalami gangguan bencana baik itu longsor maupun banjir untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat.

“Anggota kami siap 1×24 jam jika ada laporan bencana akan segera ke lokasi antisipasi hal-hal tidak diinginkan,” paparnya.

Di lokasi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto mengatakan pihaknya masih berupaya melakukan penanganan agar longsor tidak melebar.

Hingga saat ini, Manto mengatakan ada 130 orang Satgas Banjir berupaya menormalisasi longsor yang terjadi.

“Kami punya satgas itu ada 130 dan semua kami kerahkan ke titik-titik longsor untuk mengangkat puing-puing bekas longsor,” tandasnya.

Ia juga mengakui telah menyiapkan Rp 11 miliar dari dana pemeliharaan bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, untuk upaya penanganan longsor di Depok agar tidak semakin melebar.

“Untuk saat ini kami masih menggunakan dana pemeliharaan untuk gaji Satgas Banjir nya, beli peralatan pembangunan, beli bronjong, dan perlengkapan lainnya. Jika tidak memungkinkan juga maka kami akan mengajukan BTT (Belanja Tak Terduga) ke Pak Wali Kota untuk anggaran tamabah penanganan longsor lebih lanjut sebesar Rp 2,5 miliar, mengingat pada tahun anggaran 2018 dan 2019 tidak ada kegiatan fisik dititik longsor tersebut,” ucapnya.

Manto mengatakan, untuk sementara waktu pihaknya juga akan memasang batu beronjong atau batu penahan untuk antisipasi pertambahan titik longsor yang terjadi.

“Untuk sementara kami buatkan batu bronjong di titik-titik yang krusial terjadinya longsor, ini kami lakukan agar material tanah tidak terkikis saat hujan maupun imbas dari derasnya aliran sungai,” kata Manto.
Untuk upaya jangka panjang, Manto mengaku masih akan berkoordinasi dengan Sudin Bina Marga terkait penanggulangan di lokasi longsor.

“Secara teknis nanti kami laporkan ke pimpinan dan Bina Marga, bagaimana ke depannya. Untuk sementara kami akan fokuskan ke pemasangan bronjong dan turap,”pungkasnya. n CGR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here