PN Depok Tolak Gugatan Pedagang Pasar Kemirimuka

0
108
Suasana sidang gugatan yang dilakukan pedagang Pasar Kemirimuka

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Pengadilan Negeri Kota Depok menolak gugatan perlawanan pedagang Pasar Kemirimuka atau Derdenverzet oleh pedagang guna membatalkan eksekusi dan melakukan sita eksekusi terhadap putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Bogor terhadap Pasar Kemiri Muka.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua,
Yuanne Marrieta, Senin (12/11) menolak Perlawanan para pedagang Pasar Kemirimuka dengan alasan bahwa para pedagang pasar Kemirikuka tidak memiliki itikad baik.

“Memutuskan kami menolak adanya Dervenverzet atau perlawanan pedagang Pasar Kemirimuka,” ujarnya.



Sementara itu kuasa hukum PT Petamburan Jaya Raya, Romulo Silaen mengapresiasi keputusan dewan hakim yang sudah menolak DerdenVerzet.

“Kami apresiasi keputusan itu,”katanya.

Dia mengatakan, lahan Pasar Kemirimuka merupakan milik kliennya sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Romulo menolak jika kliennya PT Petamburan Jaya Raya tidak memperpanjang surat Hak Guna Bangunan atau pakai.

“Klien kami bukan tidak memperpanjang Hak Pakai akan tetapi saat akan mengajukan perpanjangan suratnya malah diblokir,” jelasnya.

Romulo menambahkan, tanah Pasar Kemirimuka milik PT Petamburan Jaya Raya nantinya akan ditetapkan menjadi pasar tradisional.

“Engak, bukan jadi apartemen, akan dijadikan Pasar Tradisional yang lebih aman, nyaman dan bagus,”katanya.

Di lokasi yang sama, kuasa hukum Pedagang Pasar Kemirimuka, Leo Prihardiansyah menyesalkan tolakan yang dilakukan Pengadilan Negeri Kota Depok.

“Jelas-jelas tanah Pasar Kemirimuka tanah negara ada sahnya mulai SK Gubernur dan lainnya, kami pedagang tidak ada itikad baik bagaimana,” tanyanya.

Terkait penolakan Derdenverzet ini pihaknya akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung.

“Kami banding, dan seharusnya Pemkot Depok juga melakukan gugatan juga, namun masih pedagang yang melakukan gugatan dan perlawanan,” ungkapnya.

Pihaknya melayangkan gugatan tersebut guna menuntut hak para pedagang.

“Kami yakin banyak kejanggalan dalam proses eksekusi ini, pasalnya pihak Petamburan hanya memiliki HGB yang masa berlakunya sudah habis tahun 2008,” jelasnya.

Gugatan pihak ketiga atau Derden Verzet tersebut dilayangkan oleh pedagang guna membatalkan eksekusi dan melakukan sita eksekusi terhadap putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Bogor terhadap Pasar Kemiri Muka.

Sementara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Puluhan Polisi dari Sabhara Polresta Depok di siagakan selama sidang berlangsung. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here