Cireng jadi Ciri Khas Wilayah Pondok Petir

0
163
Walikota Depok didampingi camat, lurah dan anggota DPRD saat menggoreng cireng bersama

Laporan: Rahmat Tarmuji
Wilayah Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, kini memiliki sentara usaha bagi pelaku UMKM yang masuk dalam zona cluster industri makanan olahan.

Hal ini ditandai dengan di launchingnya pusat cluster industri makanan olahan di wilayah perbatasan Depok-Tanggerang Selatan itu.

“Ini salah satu upaya kami menambah pusat industri jajanan atau kuliner dan memang orang tahunya terpusat di Margonda. Ini salah satu alternatif cluster yang nanti akan dilakukan pengembangan-pengembangan dan dijadikan cluster yang membuat salah satu rencana pembangunan keramaian penduduk di Bojongsari,” ujar Mohammad Idris, Walikota Depok usai melaunching cluster industri makanan olahan, kemarin.



Tak hanya itu, Idris juga meminta kepada lurah dan LPM setempat untuk mengajukan permohonan pembangunan fisik sehingga ada ketertarikan masyarakat untuk datang. Jika tidak ada itu, kata dia, kalau melihat faktor akses jalan dan melihat masuk ke dalamnya sulit untuk orang tertarik.

“Di sini terkenalnya cireng, pisang lumer dan lainnya. Buatlah sesuatu yang menarik agar minat wisatawan untuk datang ke sini tinggi. Ini perlu diusulkan dalam Musrenbang untuk dibangun semacam gerai,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, walikota bersama Anggota DPRD Depok, lurah, camat, Forkopimka dan masyarakat menggoreng sedikitnya 2018 buah cireng. Cireng yang telah digoreng kemudian dibagikan ke warga dan pengunjung yang hadir dalam acara tersebut.

Kepala Bidang Perindustrian Didagin Kota Depok, Martin mengatakan setiap tahun pihaknya melakukan pembinaan dan mengakomodir pelaku UKM di Kota Depok. Pembinaan meliputi penyuluhan keamanan pangan, PIRT dan lebel halal.

“Setiap tahun Disdagin memfasilitasi itu, tahun ini 40 UKM yang kami fasilitasi dan 20 difasilitasi oleh provinsi. Tahun lalu yang difasilitasi pembinaan 30 UKM dan tahun depan 40 lagi,” terangnya.

Salah satu pengusaha Cireng di wilayah Pondok Petir, Rahmat Setiawan mengungkapkan saat ini pihaknya memasarkan produknya di pasar modern dan pasar tradisional. Pihaknya mengutamakan rasa, kualitas dan kemasan.

“Karyawan kami ada 90 orang, distribusi ke pasar modern. Kami mulai usaha ini sejak 2014 lalu, pekerja masyarakat lingkungan sini,” ungkapnya.

Setiap bulannya, pensiunan BPPT itu berhasil memproduksi 35 ribu keping Cireng. Sementara untuk pisang lumer 100 bungkus per harinya.

“Omzet setiap bulannya mencapai Rp 400 juta,” pungkasnya. n

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here