Calo Mutasi STNK-BPKB Diciduk

0
53
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok berhasil mengamankan KK (53) yang berprofesi jasa pengurus mutasi STNK dan BPKB namun melakukan penggelapan.

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan, pada gelar perkara di Polresta Depok pada, Sabtu (10/11) mengatakan, pelaku KK warga Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur, akhirnya harus berurusan dengan polisi, karena terbukti melakukan penipuan terhadap puluhan korban yang hendak mengurus surat-surat kendaraannya.

Pelaku diketahui berprofesi sebagai penyedia jasa perpanjangan STNK dan BPKB, diamankan oleh Satresmob Polresta Depok di kediamannya.



“Penangkapan terhadap tersangka, berdasarkan dua laporan polisi di wilayah Polsekta Bojong Gede dan Polresta Depok, kami bergerak dan akhirnya berhasil melakukan penangkapan,” ujarnya.

Deddy menuturkan, modus tersangka yaitu dengan berpura – pura mengurus pajak kendaraan baik mobil maupun motor dan ganti plat, setelah korbannya memberikan sejumlah uang ke pelaku, ia meminta tenggat waktu untuk mengurusnya.

Namun, setelah satu bulan ternyata pajak kendaraan milik korban tak kunjung selasai, disitulah mereka merasa tertipu dan langsung melapor. Menurutnya, dari hasil interogasi dan identifikasi langsung ada sekitar kurang lebih 30 masyarakat yang menjadi korban penipuan pelaku.

“Uang hasil penipuan yang telah dinikmati pelaku diperkirakan mencapai Rp 70 juta, dari tangan tersangka kami amankan 30 BPKB dan 15 STNK yang belum diproses, dua kuitansi, dua tas dan dua handphone,” tuturnya.

Deddy menjelaskan, tersangka sudah 10 tahun menjalankan profesinya sebagai calo, adapun wilayah operasinya yaitu Bogor, Depok dan Jakarta Timur.

“Ada satu LP dari korban yang mengaku mengenal tersangka di Samsat, dia memperkenalkan diri dan meyakinkan mampu mengurus surat – surat kendaraan,” jelasnya.

Melihat kasus tersebut, Deddy menghimbau kepada masyarakat agar mengurus seluruh surat – surat kendaraannya sendirian, tanpa harus meminta bantuan perantara atau calo.

“Kepada masyarakat, yang memiliki kesibukan tidak sempat mengurus kelengkapan kendaraan sebaiknya mengurus sendiri, karena sistem pelayanan publik tidak berbelit – belit sekarang.
Selain itu, bagi masyarakat yang mengenal dan menjadi korban tersangka, agar segera datang melapor ke Mapolresta Depok,” imbaunya.

Sementara itu, pelaku mengaku korban – korbannya tersebar di wilayah Cibubur, Jakarta Timur dan Kota Depok. Untuk pengurusan pembayaran pajak dan mutasi (BPKB) kendaraan roda empat dipatok senilai Rp 3.600.000.
“Untuk harga bervariasi pak, untuk perpanjangan STNK motor ada yang Rp 700 ribu, Rp 800 ribu sampai satu juta rupiah, uangnya saya pakai buat kebutuhan sehari – hari dan membiayai tiga anak yang masih sekolah,” akunya.

Hingga saat ini, pelaku penipuan tersebut telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Depok. Atas perbuatannya pria paruh baya ini diancam pasal 378 dan 382 mengenai tindak pidana penipuan dan penggelapan. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here