Numpang Hidup, WNA Diciduk

0
53
Petugas Knator Imigrasi Depok saat merilis WNA yang numpang hidup di kediaman WNI

Cinere | jurnaldepok.id
Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok berhasil mengamankan WRB seorang Warga Negara Australia di salah satu apartemen di Kecamatan Cinere, karena diduga menyalahi izin tinggal atau overstay.

Humas kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Newin Budiyanto saat jumpa pers di Kantor Imigrasi di kawasan GDC, Cilodong mengatakan, berkat kerja intelejennya berhasil mengamankan WNA asal Australia.

“WRB diketahui masuk ke Indonesia dari bandara Soekarno Hatta pada tanggal 21 April 2017 lalu, dengan visa kunjungan sosial budaya. WRB pun sempat memperpanjang visanya di kantor Imigrasi Jakarta Selatan hingga tanggal 19 Juni 2017,” ujarnya, kemarin.



Namun, WRB overstay satu tahun empat bulan. Dia di sini tinggal bersama pacarnya yang Warga Negara Indonesia (WNI).

“WRB kami amankan karena sudah overstay selama 1 tahun 4 bulan. Disini dia tinggal sama pacarnya WNI,” katanya.

WRB terbukti sengaja memacari perempuan Indonesia untuk memenuhi kebutuhannya lantaran ia belum memiliki pekerjaan.

“Ternyata saat diselidiki, modus ini banyak digunakan oleh WNA. Sudah ada empat WNA yang overstay menggunakan modus yang sama. Bahkan sampai macarin lebih dari satu wanita Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” terangnya.

Dengan begitu, Imigrasi menjerat WRB dengan ancaman pasal 78 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang ke-Imigrasian, yang berbunyi bahwa orang asing yang telah habis masa berlakunya dikenai tindakan administaris ke-Imigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan.

“Sementara untuk WNI yang jika diperiksa terbukti bersalah, maka akan dikenakan pasal 124 Undang-undang No 6 Tahun 2011 tentang ke-Imigrasian, yang berbunyi tiap orang yang dengan sengaja melindungi atau menyembunyikan atau memberikan penghidupan atau memberikan pekerjaan yang diduga izin tinggalnya habis berlaku, maka akan dipidana tiga bulan penjara atau denda paling banyak Rp 25 juta,” jelasnya.

Berdasarkan data intelejen Imigrasi Depok, pihaknya juga pernah menemukan kasus yang sama.
Ada empat WNA berasal dari Mesir, Yaman dan Nigeria operandinya sama, memacari WNI untuk membiayai hidup yang ternyata izin tinggalnya pun habis.

Kantor Imigrasi mengimbau kepada warga Kota Depok untuk melaporkan kepada anggotanya jika menemukan WNA yang dinilai mencurigakan. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here