Curi Motor Di Panti Pijat, Sopir Angkot Diringkus

0
75
Aparat kepolisian saat mengintrogasi sopir angkot yang mencuri motor

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok menangkap MR alias Repek, seorang sopir angkot D 102 Trayek Cinere-Terminal Depok karena diduga mencuri motor di sebuah panti pijat tunanetra di Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan, Kamis (8/11) mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula ketika korban sedang mijit di panti pijat Harapan Mukya Tuna Netra.

Saat itu korban memarkir motornya di depan panti pijat dengan mengunci stang. Selanjutnya korban pun masuk ke ruang pijat. Sekitar pukul 16.00 WIB korban selesai dipijat dan hendak pulang. Namun korban kaget ketika melihat di parkiran motor sudah raib.



“Pelaku ini berpura-pura pijat di panti pijat itu. Disana juga ada korban yang sedang pijat. Korban pun kaget karena motornya tidak ada,” ujarnya.

Dia menanyakan pada orang di sekitar parkiran, namun tidak ada yang melihat. Korban pun melapor ke polsek dan kemudian ditindaklanjuti.

“Setelah kami dalami akhirnya kami amankan satu pelaku. Dia adalah residivis yang baru keluar dari penjara tahun lalu,”katanya.

Pihaknya masih mendalami kasus ini apakah pelaku memiliki jaringan lain atau bertindak sendirian. Motor hasil curian dijual pada temannya seharga Rp 1juta.

“Kami dalami lagi keterangan pelaku. Karena kami yakini dia berjejaring. Pelaku dan barang bukti diamankan oleh penyidik. Repex dijerat pas 362 KUHP dengan ancaman lima tahun, dimana pelaku baru keluar juga dari penjara,” terangnya.

Sementara itu Repex yang bekerja sebagai sopir angkot 102 mengaku terpaksa mencuri untuk menutupi uang setoran pada bosnya. Pasalnya dia mengaku, uang hasil narik angkot tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Motornya kami jual dan uangnya dipakai beli HP sama untuk setoran angkot,” ungkapnya.

Repex mencuri motor di panti pijat ketika korban terlelap saat dipijat. Sedangkan yang memijat tidak bisa melihat sehingga Repex sangat leluasa bertindak.

“Saya ngambil kunci motornya pas dia (korban) sedang tidur pulas saat dipijat,” ucapnya.

Dia mengaku sebelumnya pernah dihukum atas kasus pencurian juga. Dia baru saja keluar dari Rutan Cilodong Depok tahun 2017.

“Sebelumnya saya curi HP,”pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here