Pembacokan Andika, Bermula Saling Ejek

0
69
Aparat kepolisian Resort Depok aat menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku pengeroyokan

Margonda | jurnaldepok.id
Enam orang pemuda tanggung yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan yang menewaskan Andika Saputra (20), berhasil diringkus petugas Unit Reskrim Polresta Cimanggis Kota Depok.

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan menuturkan para pelaku yang berinisial NW (17), MS (15), AP (16), MF (16), KF (16) dan SH (17) mereka diamankan di kediamannya masing – masing yang berada di wilayah Cimanggis pada 23 Oktober 2018.

“Kurang lebih tiga hari, kami berhasil mengamankan sejumlah pelaku ini,” ucap Deddy usai gelar perkara kasus tersebut di Mapolresta, Kota Depok, Selasa (6/11).



Deddy menuturkan, menurut penuturan sejumlah pelaku awal mula insiden pembacokan tersebut terjadi ketika rombongan korban sebanyak 25 orang ini, berangkat menggunakan motor ke arah Mall Depok, pada Minggu dini hari (21/10). Ditengah perjalanan, mereka berpapasan dengan kelompok pelaku.

Saat itulah, beberapa rekan korban terlibat saling ejek dengan kelompok pelaku, hingga akhirnya terjadi bentrok.

“Para pelaku ternyata sudah mempersiapkan diri, dengan senjata tajam seperti cerulit dan pipa besi,” bebernya.

Selanjutnya, rekan – rekan korban yang melihat para pelaku membawa senjata tajam ini berusaha melarikan diri, naasnya korban yang memiliki riwayat kecelakaan dibagian kaki tak bisa menghindari serangan para pelaku.

Andika akhirnya meregang nyawa, setelah mengalami bacokan clurit di bagian punggung dan perutnya.

“Para pelaku ini, mengaku ada yang memukul, mengayunkan clurit dan pipa hingga menewaskan korban,” paparnya.

Deddy menegaskan, petugas mengetahui insiden tersebut setelah warga di sekitar lokasi kejadian melapor ke Mapolresta Depok.

“Saat itu, kami lakukan olah TKP dan mengautopsi terhadap jenazah korban. Setelah itu petugas mengumpulkan sejumlah saksi lalu bergerak melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut,” tandasnya.

Sementara itu salah satu pelaku KF hanya bisa tertunduk dibalik sebo hitam yang dikenakannya. Remaja yang masih berusia 16 tahun ini, mengaku hanya ikut – ikutan mengaiaya korban.

“Dia dan teman – temannya duluan pak, ngedeketin kita yang sedang nongkrong. Lalu mengejek kita, teman saya semuanya langsung nyamperin mereka, saya yang lagi main games di handphone jadi ikutan juga cuma mukul aja pake tangan kosong,” paparnya.

Sementara itu SH (17), mengatakan tidak berniat membunuh korban dirinya hanya membela diri pasalnya rekan – rekan korban saat itu banyak.

“Mereka datang banyakan, kalau saya ga melawan mungkin saya yang akan dibunuh,” pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here