Igun-Hamzah Diminta Segera Berpelukan

0
169
Hendrik Tangke Allo

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Suasana gaduh pada saat paripurna minggu lalu membuat ramai perbincangan di masyarakat tak terkecuali di dunia maya. Banyak yang komentar lurus maupun miring terhadap Wakil Ketua DPRD Depok, H Igun Sumarno dan Ketua BKD DPRD Depok, Hamzah prihal kegaduhan tersebut.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo meminta kedua belah pihak untuk menghentikan perseteruan.

“Kalau secara personal mereka berdua harus segera bersalaman dan berpelukan. Secara kelembagaan kami rasa sudah selesai, kan sudah ada proses yang dilakukan sesuai mekanisme yang diatur oleh tatib,” ujar Hendrik kepada Jurnal Depok, Minggu (4/11).



Ia menambahkan, BKD memliki tugas untuk mengawasi kinerja anggota DPRD sesuai tata tertib DPRD yang telah ditetapkan.

“Kalaupun ada temuan-temuan yang muncul, tentunya ada mekanisme yang bisa dilakukan baik oleh BKD maupun anggota dewan. Kejadian yang muncul minggu lalu itu merupakan bagian dari dinamika politik,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ke depan untuk melakukan pengawasan terkait tingkat kehadiran anggota dewan, politisi PDI Pejuangan itu meminta agar menggunakan sistem yang sudah ada.

“Tetap lakukan sesuai aturan yang ada di tata tertib,” tukasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD, H Igun Sumarno mengungkapkan nama baiknya merasa dicemarkan oleh Ketua BKD DPRD Depok, Hamzah lantaran mengumumkan ketidak hadirannya pada saat paripurna minggu lalu.

Igun menduga ada niat lain dari perkataan yang disampaikan oleh politisi Grindra tersebut.

“Bisa begitu (pencemaran nama baik,red), jadi ini upaya apa sebetulnya?, seharusnya kalau ada hal semacam itu dibicarakan di tatanan pimpinan. BKD bicara ke pimpinan DPRD kemudian pimpinan DPRD bicara ke saya, tidak harus seperti itu (mengumkan,red). Toh kalau mau buka-bukan pasti semua ada kekurangan dan kelebihannya,” ujar Igun kepada Jurnal Depok, Rabu (31/10).

Yang paling memberatkan, kata dia, dalam menegur dirinya Ketua BKD turut membawa-bawa institusi partai.

“Kalau mau negur ya Igun saja, enggak usah bawa-bawa nama Partai Amanat Nasional. PAN ini milik 80 ribu orang yang ada di Depok, semua melihat, jadi enggak usah begitu,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here