Pasutri Terciduk Jual Miras

0
87
Petugas Satpol PP saat menyita miras yang dijual pasutri di wilayah Bojongsari

Bojongsari | jurnaldepok.id
NN dan SN, pasangan suami istri harus berurusan dengan Satpol PP Kota Depok karena kedapatan menjual miras di warung Kelontong, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Yayan Arianto kepada wartawan mengatakan anggotanya menggerebek sebuah kios atau warung kelontong di wilayah Bojongsari karena disinyalir menjual minuman keras dan minuman beralkohol.

“Dari warung kelontong itu anggota kami berhasil menyita 360 botol miras berbagai jenis dalam puluhan kardus yang disimpan di bagian gudang kios,” ujarnya, kemarin.



Yayan menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengintaian terlebih dahulu sebelum melakukan penggerebekan.

“Pengintaian dilakukan untuk memastikan apakah benar warung atau kios itu menjual miras. Ternyata saat petugas kami berpura-pura menjadi pembeli miras, penjual memberikannya,” katanya.

Setelah memastian bahwa kios atau warung tersebut menjual miras, kata Yayan, pihaknya langsung melakukan penggerebekan dan pemeriksaan.

“Ternyata warung itu menyimpan cukup banyak miras dalam puluhan kardus. Setelah kami hitung, tercatat ada 360 miras yang kami sita. Semuanya kami bawa ke kantor untuk nantinya dimusnahkan,”jelasnya.

Ia mengatakan, selain menyita seluruh miras yang ada di sana, pihaknya juga menyita identitas pengelola dan pemilik miras.

Tujuannya untuk mengajukan pemilik atau pengelola warung ke meja hijau atau ke PN Depok, karena telah melakukan tindak pidana ringan (tipiring) berupa pelanggaran Perda Depok Nomor 6 Tahun 2008, tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Dimana para pengelola dan pemilk warung telah melakukan pelanggaran Perda tersebut karena menjual miras tanpa izin dan di tengah pemukiman warga.

“Dengan begitu, sesuai Perda, ancaman hukuman bagi pelanggarnya adalah denda maksimal Rp 50 juta, dan atau kurungan maksimal selama tiga bulan penjara,” pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here