Keluarga Merasa Pasrah

0
30
Hilda, istri dokter korban jatuhnya pesawat Lion Air

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Ibnu Fajariyadi Hantoro (33), dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Kota Bangka Tengah yang bermukim di Komplek Pelni C1/5 RT 04/RW 17 Kelurahan Baktijaya, Kecamtan Sukmajaya, terdafar di manefis pesawat Lion Air JT 610 yang alami kecelakaan di perairan Karawang, Jawa Barat.

Istri Ibnu, Hilda Aprilia kepada wartawan mengaku sudah siap dan ikhlas dengan kemungkin terburuk yang terjadi pada suaminya Ibnu Fajariyadi Hantoro.
Namun yang paling dirisaukannya adalah bagaimana ia menjawab pertanyaan kedua anaknya, yang nanti pasti akan menanyakan ayahnya.

“Gak tahu mau jawab gimana dan jawab apa, kalau anak-anak tanya ayahnya. Kedua anak saya belum mengerti kalau ada musibah ke ayahnya. Mereka tahunya sekarang ayahnya masih kerja di Bangka Belitung,” ujarnya, kemarin.



Selama sembilan bulan terakhir ini, Ibnu mendapat tugas Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka.Hal itu dikarenakan Ibnu lulus studi spesialis penyakit dalam dan wajib tugas atau dinas di daerah selama setahun.

Sehingga Ibnu ditugaskan di RSUD Kota Bangka Tengah sejak 9 bulan lalu dari sebelumnya bekerja di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat.

Sementara itu Helda juga merupakan dokter rehab medik yang berdinas dI RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur. Menurut Helda, Jumat (26/10) sore, suaminya pulang ke rumahnya di Depok.

“Sebulan sekali, suami saya memang selalu pulang. Lalu seperti biasa, Senin subuh di berangkat lagi untuk kembali ke Pangkal Pinang. Dia memang sangat tanggung jawab atas tugasnya sebagai dokter,” paparnya.

Dikatakannya, pagi itu terakhir komunikasi dirinya dengan suami, kalau dia sudah di bandara dan sedang boarding serta siap terbang. Helda mengaku tidak ada firasat apapun yang dirasakannya.

“Semuanya terasa biasa saja, gak ada firasat. Saya akhirnya baru tahu dari ipar, jam 10 an. Dia tanya apakah suami saya sudah berangkat atau belum. Sebab katanya ada pesawat Lion Air jatuh,” katanya.

Informasi itu membuatnya lemas hingga akhirnya ia pasrah. Sembari duduk di kursi plastik di teras rumahnya, Helda dengan ramah menyalami kerabat dan tetangga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.

“Saya pasrah dan Insya Allah siap menerima semua ini,” katanya.

Ia mengatakan, sebagai dokter suaminya baru lulus studi spesialis penyakit dalam di Fakuktas Kedokteran UI sembilan bulan lalu.
“Suami saya sangat sayang dengan keluarga dan anak yakni Farisa (4) dan Fatih (1,5) setiap hari kita selalu video call,”katanya.

Sementara itu, dirumah duka terlihat ada dua karangan bunga tanda ucapan belasungkawa dari beberapa pihak.

Di lokasi lain, warga Depok lainnya yang terdaftar di manifes pesawat Lion JT 610 yakni Yulia Silvianti yang tercatat warga di RT 06/05 Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.

Di rumahnya terlihat belasan warga yang sedang memasang tenda yang akan digunakan untuk doa bersama pada, Rabu (31/10) malam.

“Ya kami laksanakan doa bersama, untuk hasilnya apapun,”kata adik ipar Yulia, Aryo.

Dia mengatakan, keluarga sudah mengirimkan data ke crisis center di Bandara Soekarno Hatta dan sudah ada rekan disana untuk menunggu hasilnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here