Besok Dana ABT Cair

0
177
HM Supariyono

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Belum cairnya dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) membuat beberapa kegiatan pekerjaan tertunda. Padahal, dana ABT telah diketuk palu beberapa bulan lalu.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua DPRD Kota Depok, HM Supariyono mengatakan bahwa dana ABT akan dicairkan pada 2 November.

“Ada proses, ABT nya itu sudah clear dan diketuk palu di paripurna, setelah itu dievaluasi oleh provinsi selama 14 hari. Setelah dievaluasi oleh provinsi kemudian dikembalikan dengan adanya catatan-catatan, nantinya catatan itu dibahas lagi oleh Badan Anggaran DPRD Depok, itupun sudah tapi baru beberapa hari lalu, belum (bisa dicairkan,red), yang kami dengar sekitar tanggal 2 November bisa cair,” ujar Supariyono kepada Jurnal Depok, kemarin.



Ia menambahkan, saat pembahasan perubahan pihaknya telah mengingatkan agar jangan sampai ada proyek fisik yang lebih dari satu bulan.

“Namun seingat kami di ABT itu lebih banyak hibah dan bansos saja, kalau hibah kan cuma transfer-transfer saja duitnya. Kalau ada proyek yang menggunakan mekanisme lelang pasti enggak cukup, penunjukkan langsung juga pengerjaan fisiknya agak lama,” paparnya.

Politisi PKS itu mengharapkan, di anggaran perubahan lebih banyak di kegiatan hibah dan bansos saja, mengingat waktunya yang sedikit dan anggarannya kecil.

Tak hanya itu, ia juga mewanti-wanti kepada OPD agar bisa maksimal dalam menyerap angaran regular yang berjalan setiap tahunnya.

“Selalu kami ingatkan agar dinas mengglar kegiatan itu lebih awal, namun persoalannya terkadang uangnya yang belum ada, proses lelangnya juga harus dipercepat. Namun dalam praktiknya karena kegiatannya sangat banyak, sehingga ada kegiatan-kegiatan yang baru bisa dilaksanakan di akhir waktu,” katanya.

Dari itu ia berharap, pihak pmborong harus bisa mengupayakan hal itu. Namun, kata dia, jika dalam praktiknya nanti tidak selesai, maka diberlakukan sesuai aturan.

“Misalnya dibayar sesuai dengan pekerjaan yang diselesaikan. Namun kami berharap tidak begitu, kalu sampai tidak selesai buat pemborongnya misalnya terima uang 70 persen, namun kalau hanya 70 persen kan enggak bisa digunakan juga itu jalan,” jelasnya.

Disisa waktu yang hanya 1,5 bulan, ia berharap agar kegiatan fisik dapat dipacu.

“Dinas khususnya pengawas, mengingatkan kepada para pemborong agar pekerjaan dapat selesai 100 persen,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here