Janda Muda Diciduk Polisi

0
145
Aparat kepolisian saat megamankan janda muda yang terlibat kasus pencurian

Beji | jurnaldepok.id
Seorang wanita yang berstatus janda diamankan aparat Kepolisian Polsek Beji saat ketahuan mencuri tas milik mahasiswi di dalam Musollah FISIP Universitas Indonesia (UI), Kamis (25/10).

Pelaku, Mila (27) hanya bisa nangis saat digelandang anggota Reskrim Polsek Beji yang telah mencuri tas jinjing milik Andani (20) mahasiswi Fakultas FISIP UI di musolah lingkungan kampus saat sedang solat.

Peristiwa tersebut diketahui setelah ada saksi melihat korban menenteng tas milik korban yang sedang solat dibawa keluar pelaku dengan menggunakan motor Honda Beat.



Kapolsek Beji, Kompol Yenny Angreni Sihombing mengatakan setelah menerima laporan dari korban pihaknya langsung melakukan olah TKP. Dalam waktu kurang dari 1×24 jam pelaku berhasil dibekuk.

“Pelaku kami amankan di rumah kontrakannya daerah Rawa Indah, Cipayung,” ujarnya, kemarin.

Di lokasi rumah kontrakan petugas mengamankan tas milik korban berisi HP Apple 8+, dompet dua dan dokumen kuliah serta identitas yang masih untuh didapatkan.

“Pelaku berhasil kami tangkap setelah ada saksi yang mengetahui gerak gerik pelaku yang mencurigakan dan difoto,” paparnya.

Hasil foto itu, anggota Reskrim Polsek Beji dikembangkan dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan diancam hukuman lima tahun penjara.

Sementara itu pengakuan pelaku baru sekali mencuri. HP yang sudah dijual korban seharga Rp 500 ribu itu berhasil dicegah.

“Rencananya uang tersebut untuk membayar uang kontrakan,” jelasnya.

Di lokasi yang sama pelaku mengatakan, setelah ditinggal meninggal sang suami empat bulan lalu karena sakit paru-paru, tanpa dikaruniai anak pelaku tetap tinggal sendiri di rumah kontrakan dengan membayar uang sewa per bulan Rp 1 juta.

“Setelah ditinggal meninggal suami, saya hidup sendiri. Meski keluarga besar tidak mau menyulitkan keluarga,” ucapnya.

Dia menambahkan alasan mencuri lantaran terbelit kebutuhan hidup.

“Kami keluarga besar di Depok tapi engak dianggap, ya kami jadi begini mencuri,”katanya.

Ia menambahkan, setelah tidak bekerja menjadi sales tempat makan, tidak ada masukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya sangat menyesal atas apa yang telah saya perbuat. Spontan saja karena saat selesai solat di musolah langsung melihat ada kesempatan korban sedang solat tas diambil,” pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here