Informasi Penculikan Anak Di Depok Hoax

0
227
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Beredarnya informasi tentang penculikan seorang siswa di salah satu sekolah dasar di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, yang ramai beredar di WhatsApp grup (WAG) dinilai hoax.
Didalam pesan WAG berisi soal adanya penculikan terhadap seorang siswa pagi kemarin di kawasan Cilodong Depok. Pihak kepolisian pun segera menindaklanjuti perihal informasi tersebut.

Kasubbag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah. Informasi awal yang diterima pihaknya menyebutkan adanya berita penculikan siswa SD Al Khairiyah Jalan Raya Kalimulya Rt.04/04 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

“Anggota kami sudah melakukan konfirmasi sekira pukul 19.30 wib, Kmais (25/10), anggota Polsek Sukmajaya telah melakukan pengecekan ke alamat tersebut diatas dan bertemu dengan guru,” ujarnya.



Dari informasi yang didapat petugas dari guru sekolah menyebutkan, bahwa berita tersebut tidak benar. Karena pengamanan pihak sekolah terhadap siswa sangat ketat.

“Menurut keterangan dari Ibu Siti Sudaryati (guru) berita penculikan tersebut tidak benar, karena setiap masuk dan sebelum siswa pulang guru kelas selalu mengecek siswa didiknya,”katanya.

Pihak sekolah mengaku menerima kabar tersebut dari pesan berantai pukul 12.30 WIB.
Selanjutnya ditindaklanjuti oleh sekolah dengan melakukan pengecekan siswa. Diketahui dari guru kelas ternyat siswa didik lengkap.

“Setelah dicek oleh anggota kami tidak ada yang merasa kehilangan anak didiknya. Sehingga disimpulkan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoax),” paparnya.

Dia pun meminta agar masyarakat lebih bijak menyebarkan informasi dan tidak mudah menelan informasi tanpa diteliti lebih dulu. Firdaus mengimbau agar dilakukan pengecekan kebenaran informasi yang didapat masyarakat sebelum disebarluaskan.

“Masyarakat jangan mudah percaya jika menerima informasi melalui medsos atau WA. Cek dulu kebenarannya baru dishare. Karena jika apa yang mereka share tidak benar atau hoax dapat dijerat UU ITE,” tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Bojonggede, Kompol Agus Koster Sinaga mengatakan warga Kota Depok digempur informasi lewat media sosial soal kasus penculikan yang bikin heboh.
Sadisnya lagi organ tubuh anak yang diculiknya tersebut informasinya diambil. Nyatanya semuanya itu hoaks.

Salah satu informasi hoax yang beredar luas dan viral group media sosial, menyebutkan alasan minta baju bekas untuk gempa Lombok dan Palu. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here