232 Perusahaan Tak Patuh Bayar Iuran BPJS

0
91
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Multanti (ujung) at memaparkan program BPJS Ketenagakerjaan

Margonda | jurnaldepok.id
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Depok, merilis sebanyak 232 perusahaan yang tidak patuh dalam membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya.

“Di Depok ini ada 2.093 perusahaan yang ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan. Namun tidak semua patuh dalam persoalan iuran. Jumlah perusahaan yang tidak patuh dalam membayar iuran sebanyak 232 perusahaan,” ujar Multanti, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Selasa (23/10).

Ia mengatakan, jika sifatanya piutang dan tidak membayar, pihaknya akan melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut. Namun ketika faktanya perusahaan itu masih sanggup membayar, pihaknya akan menyerahkan hal itu kepada pihak terkait.



“Bisa sampai ke ranah hukum dan bisa dipidana,” paparnya.

Dikatakannya, 232 perusahaan yang tidak patuh membayar iuran lebih didominasi oleh perusahaan kecil seperti UMKM dan jasa konstruksi.

“Dengan tidak membayar secara rutin iuran, konsekwensinya kami belum bisa membayarkan jika terjadi resiko kecelakaan,” terangnya.

Sementara untuk tenaga kerja yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan saat ini jumlahnya telah mencapai 75.329 di Depok, dan bukan penerima upah sebanyak 15.119. Jumlah tersebut, kata dia, jika dibanding dengan pekerja yang ada di Depok masih jauh.

“Kami tanya smpling rata-rata bekerja pada perorangan, ini menjadi kendala kami kalau tidak didukung regulasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia megatakan, sampai akhir September kemarin pihaknya telah mengembalikan JHT sebesar Rp 310,6 miliar, jaminan kematian yang dibayarkan sebanyak 195 kasus dengan nilai total Rp 5,4 miliar.

“Sementara untuk jaminan kecelakaan kerja dari 271 kasus nilainya Rp 2,2 miliar dan jaminan pensiun Rp 2,5 miliar,” tukasnya.

Mul menerangkan, iuran BPJS Ketenagakerjaan sesungguhnya tidak mahal dan cukup terjangkau. Di mana untuk jaminan kecelakaan dan kematian sebesar Rp 16.800 dan jaminan hari tua Rp 20.000 per bulan.

“Jadi kalau mau ikut ketiganya peserta hanya membayar Rp 36.800 per bulan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here