Polresta Depok Bongkar Jaringan Narkoba

0
106
Kapolres Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto saat berbicara dengan pelaku jaringan narkoba

Margonda | jurnaldepok.id
Wilayah Kota Depok ternyata menjadi salah satu sasaran pasar peredaran Narkoba dan obat terlarang lainnya. Hal itu terbukti dari penemuan puluhan kilogram ganja kering dan paketan sabu-sabu yang sudah terbungkus rapi dalam satu boks besar, di Kampung Pisang Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, yang berbatasan langsung dengan Kota Depok.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi, Didik Sugiarto pada release penangkapan pelaku Narkoba di halaman Polresta Depok mengatakan, barang haram tersebut dimiliki oleh empat orang pengedar, mereka diringkus oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok, Selasa (16/10) petang kemarin.

Menurutnya, total barang bukti yang berhasil diamankan dari rumah kontrakan pelaku ada 69,3 kilogram ganja kering dan 59,9 gram sabu.



“Para tersangka berinisial Her (33), YUS (20), FAC (29) dan DEN (36) mereka ini tinggal di Bogor namun terkoneksi dengan jaringan Aceh,” ujarnya, Rabu (17/10).

Didik menuturkan, proses pengiriman narkoba jenis ganja tersebut telah dilakukan bertahap selama tiga kali.

“Pengiriman pertama 50 kilogram, pengiriman kedua 45 kilogram dan yang terakhir 165 kilogram. Nah kami berhasil amankan 69 kilogram, sisanya sudah diedarkan kepada konsumen atau bandar lainnya,” tuturnya.

Begitu juga, sambungnya, dengan narkoba jenis sabu – sabu yang telah beberapa kali dikirim dari pengedar yang lebih tinggi.

Menurutnya, dalam kelompok ini membagi peran dalam melakukan mengedarkan narkoba.

“HR ini berperan sebagai pemilik barang, Yus bertugas mencarikan kontrakan sebagai tempat mengepul barang, sedangkan Den dan FAC membantu mengedarkan narkoba itu ke beberapa wilayah seperti Bogor, Depok dan Bekasi,” paparnya.

Selanjutnya, Didik menegaskan keempat jaringan narkoba tersebut sudah lama dipantau pergerakannya oleh Satreskrim Polresta Depok, mereka biasa menjual barang haram tersebut ke berbagai kalangan.

“Ini sudah enam bulan, mereka melakukan penjualan narkoba sasarannya anak sekolah, mahasiswa dan orangnya juga ada,” katanya.

Pejabat tinggi di wilayah hukum Polresta Depok ini menegaskan, pihaknya terus melakukan pengembangan terkait penyedia, pengedar dan pengguna narkoba tersebut.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus membongkar jaringan narkoba ini,” ungkapnya.
Puluhan kilogram ganja kering tersebut telah dikemas dalam kertas koran berbentuk segi empat istilah para pengedar satu kotak padat segi empat berisi satu kilogram ganja kering yang disebut batu.

“Satu kotak ini isinya sekilo, kalau dikirim dari Aceh selalu bentuknya begini semuanya disatukan dalam satu kardus box besar,” ucapnya.

Kelompok pengedar narkoba jaringan Aceh ini telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Depok, atas perbuatannya mereka diganjar UU Narkotika pasal 14 Subsider Pasal 112, mengenai peredaran narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here