Kasdam Jaya Plototi Netralitas TNI

0
86
Kasdam Jaya didampingi walikota serta pejabat Forkopimda saat menyerahkan bantuan kepada warga dalam kegiatan TMMD ke 103

Cipayung | jurnaldepok.id
Kasdam Jaya, Brigjen TNI Suharyanto menegaskan pihaknya tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas berupa pemecatan kepada prajurit TNI yang terlibat dalam politik praktis pada perhelatan pileg maupun pilpres 2019 mendatang.

“Tahun politik kan cuma lewat saja, Kodam Jaya tetap netral, kami berdiri di semua golongan. Intinya tetap kami mengedepankan konstelasi politik bisa berjalan aman dan lancar,” ujar Suharyanto kepada Jurnal Depok, Senin (15/10).

Hal itu ditegaskannya usai acara pembukaan TMMD ke 103 di Jembatan Serong, Kecamatan Cipayung. Ia menegaskan, bahwa tugas TNI adalah untuk menjaga keamanan dan kelancaran dalam pelaksanaan pemilu 2019.



“Jadi tidak ada kaitan kami masuk kelompok-kelompok mana, tidak ada. Karena TNI milik Negara dan milik bangsa, bukan milik satu kelompok atau satu golongan,” paparnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, pihaknya tak segan-segan untuk memberikan sanksi kepada anggotanya yang terlibat dalam politik praktis.

“Sanksinya jelas, di TNI mungkin paling keras (sanksinya,red). Contohnya ya langsung dicopot. Misalnya saya Kasdam main-main politik, besok ya sudah tidak jadi Kasdam lagi, itu jelas. Kami berdiri di semua golongan,” terangnya.

Dikatakannya, TNI berdiri di semua golongan dan sebagai penjaga serta pengawal masyarakat.

“Dijamin (netralitasnya,red), kalau ada satu atau dua oknum pasti ada, nanti kami berikan tindakkan yang keras,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga siap menerima laporan jika ada oknum TNI yang secara langsung dan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi terjun ke dalam politik.

“Iya, dari jajaran paling bawah sampai Panglima TNI sudah jelas itu,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here