PKS vs PKB Adu Strategi Di Depok

0
116
Konsolidasi Pemilu PKS dan PKB yang digelar berbarengan di Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Dua partai besar yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar konsolidasi internal di wilayah Kota Depok. Tak tanggung-tanggung, ketua umum dan presiden partai pun hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, kedua petinggi partai di masing-masing acara bertekad untuk memenangkan pasangan presiden yang mereka usung baik itu Jokowi-Amin maupun Prabowo-Sandi.

“Kami tidak mentoleransi terhadap praktek black campaign. Dari tiga jenis kampanye yang ada, satu yang sangat tidak diijinkan. Kami zero tolerance terhadap black campaign. Karena itu tidak didasari oleh fakta,” ujar Sohibul Iman, Presiden PKS usai acara Konsolidasi Nasional Pemenangan Pemilu 2019, Minggu (14/10).



Disebutkan dia ada tiga jenis kampanye yang terjadi. Pertama, kampanye positif. Kedua kampanye negatif. Ketiga kampanye hitam.

“80 persen caleg PKS melakukan kampanye (positif) tersebut. Kampanye ini menunjukkan bahwa kami ada kelebihan dari yang lain,” paparnya.

Sedangkan kampanye negative, sambungnya, mengungkapkan kelemahan lawan berdasarkan fakta. Misalnya orang yang terlibat korupsi dan ramai diberitakan tentu yang bersangkutan berusaha menutupi. Namun hal itu boleh diungkapkan karena ada faktanya.

Ditanya soal target, setidaknya PKS menargetkan 12 persen atau setara 70 kursi. Konsolidasi ini pun dilakukan untuk menggerakkan mesin partai.

“Sekarang sudah siap pada posisi antara gigi 3 dan 4. Siap untuk gerak, waktunya untuk gerak,” tukasnya.

Konsolidasi itu juga dilakukan untuk memberikan pembekalan bagi calon legislatif bagaimana mereka bisa bergerak efektif. Pihaknya juga memanggil pelatih untuk memberikan bimbingan pada 1.400 peserta yang hadir.

“Harapannya apa yang kami rumuskan tiga tahun lalu di tempat ini untuk jadi papan atas bisa diraih. Ini kick off dan semoga bisa diraih,”katanya.

Sebelumnya konsolidasi yang sama telah dilakukan di tingkat wilayah, khususnya untuk anggota DPRD Provinsi dan juga DPRD Kabupaten/Kota. Lebih lanjut, Sohibul menuturkan bergeraknya Caleg PKS bersama kader dan struktur partai sekaligus juga akan memasarkan Capres dan Cawapres yang diusung, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Konsolidasi akbar diikuti sekitar 1.400 kader terdiri atas para Caleg DPR RI, ketua tim pemenangan wilayah di seluruh Indonesia, manajer Dapil dan para kepala daerah PKS.

Selain Presiden PKS, tampak hadir sejumlah pejabat tinggi DPP PKS yakni Ketua Majelis Syuro, Salim Segaf Aljufri dan Wakil Ketua Majelis Syuro, Hidayat Nurwahid

Terpisah, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai warna baru dalam kancah pemilihan presiden.

Pasangan ini, kata dia, merupakan kolaborasi yang sangat baik dan mampu membawa bangsa Indonesia lebih sejahtera.

“Bila dianalogikan, perpaduan merah dan hijau akan mewarnai republik ini. yang lebih penting pasangan Jokowi-Maruf adalah warna baru. Apa yang disampaikan kiai (Ma’aruf Amin), saya adalah jembatan emas bagi kalangan santri dan muslimin untuk menentukan masa depan di masa yang akan datang,” katanya saat Deklarasi di Graha Insan Cita, Minggu (14/10).

Cak Imin menegaskan, deklarasi ini sebuah langkah untuk menjaring simpatisan. Tujuannya untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Jabar.

“Kami mulai menggarap Jawa Barat, mulai dari Kota Depok. Kami menegaskan bahwa PKB bergerak dan Jokowi kiai Maruf harus menang di Jabar,” ungkapnya.

Targetnya, kata dia, perolehan suara di Jabar sebanyak 60 persen. Target tersebut optimis diraih pihaknya. Jika berkaca dari pengalaman sebelumnya, hasil analisis pada Pemilu tahun 2014 lalu jumlah suara PKB mencapai kurang lebih 11 Juta suara.

“In Sya Allah tahun ini meningkat, minimal 20 juta suara,” tuturnya.

Pihaknya pun melakukan berbagai cara agar target tercapai. Mulai dari memanfaatkan pergerakan Calon Legislatif, dan tentunya melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

“Kami juga akan mulai dengan pergerakan konstituen, pesantren – pesantren, warga NU maupun non NU, jamaah juga kami galang,” paparnya.

Selain itu, Cak Imin meyakini Maaruf Amin mampu mensolidkan seluruh suara masyarakat terutama di kalangan NU.

“Kami bercita – cita bila pasangan Jokowi – Ma’aruf Amin menang dapat mengubah Indonesia menjadi bangsa yang Nasionalis dan Agamis, tidak Sekuleris dan mampu meneduhkan umat Islam di Indonesia. Semoga perjuangan kami diberikan kelancaran,” ucapnya.

Terkait elektabilitas, sambung dia, saat ini pasangan nomor satu tersebut berada di 53 persen. Dan diharapkan bisa sampai pada angka 70 persen.

“PKB ada di posisi ketiga, setelah PDIP dan Gerindra ini akan kami jaga sampai Pemilu 2019 nanti, In Sya Allah performance dan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin ini bertambah hingga 70 persen,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here