BBM Naik, Ini Kata Walikota

0
172
Mohammad Idris

Sawangan | jurnaldepok.id
Pemerintah secara resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada, Rabu (10/10). Kenaikkan tersebut mendapat respon beragam di kalangan masyarakat, tak terkecuali kepala daerah.

Walikota Depok, Mohammad Idris turut menyikapi kenaikan harga BBM non subsidi. Ia menilai, sejatinya kenaikkan BBM orientasinya harus bisa mensejahterakan masyarakat.

“Berbagai pertimbangan-pertimbangan kebijakan yang diambil semuanya diniatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Mungkin kebijakan inilah yang diambil dengan kondisi perekonomian dunia sekarang seperti ini,” ujarnya kepada Jurnal Depok, Kamis (11/10).



Hal itu dikatakan Idris usai membuka acara Visitasi dan Penilaian Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) Tahun 2018 oleh tim juri Kementerian Pariwisata RI di D’Kandang Amazing Farm, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Ia menambahkan, jika bicara tepat atau tidak tepat menaikkan BBM saat ini, dikatakan Idris butuh kajian pakar-pakar yang memang mengambil kebijakan tersebut.

“Kami tidak bisa mengatakan ini tepat atau tidak tepat, karena tentunya banyak kajian-kajian pemerintah ketika mereka mengeluarkan kebijakan ekonomi tersebut,” paparnya.

Idris tidak memungkiri, kenaikkan harga BBM akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Dari itu, kata dia, harus diimbangi dengan kebijakan-kebijakn yang lain.

“Seperti halnya subsidi untuk masyarakat yang kurang mampu, itu berikan. Agar mereka tetap mampu berbelanja, dengan subsidi dari pemerintah ini akan meningkatkan daya beli, daya beli akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, inilah kesejahteraan,” terangnya.

Termasuk, lanjutnya, pengangguran. Di mana pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan.

“Kami bukan ahli ekonomi, kami ikut kebijakan pemerintah. Baik sangka kami ini semua telah melalui kajian, bukan untuk mensengsarakan tapi untuk kesejahteraan. Kalau niatnya untuk mensengsarakan itu urusannya sama Tuhan. Kami sebagai walikota punya gubernur dan punya presiden, kebijakan apapun harus ditaati,” ungkapnya.

Seperti diketahui harga baru BBM non subsidi untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya mengalami kenaikkan. Di mana harga Pertamax naik Rp 900 menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp 9.800 per liter. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here