Pembunuh Pelajar Jalani 18 Adegan Rekonstruksi

0
132
AR saat menjalani pra rekonstruksi di TKP pembunuhan pelajar di wilayah Cinangka, Sawangan

Sawangan | jurnaldepok.id
Polsek Sawangan menggelar Pra Rekontruksi pembunuhan pelajar MTs Al Hidayah AA (14), di lokasi kejadian samping Kali Ciputat, RT03/09, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengatakan dari hasil rekontruksi yang seharusnya dilakukan sebanyak 28 adegan, dipangkas menjadi 18 adegan karena kerumunan warga sudah mulai banyak. Dalam rekonstruksi itu terbukti pelaku yakni AR alias Apay (19) menghabisi korban dengan tujuh tusukan.

Korban dihujani tusukan sebanyak tujuh kali dengan menggunakan pisau dapur yang dibawa pelaku.



“Pelaku mencoba menyakini korban saat bertemu di jalan dengan alasan diajak untuk ikut mencari belut. Pelaku sama korban sudah saling kenal, satu teman permainan game online di warnet,” ujar Prasetyo, Rabu (10/10).

Ia menambahkan, pelaku ada niat mencuri HP korban membawa korban ke empang. Di situlah pelaku mencoba mengambil HP korban lalu setelah itu korban dihabisi.

Setelah menghabisi nyawa korban, pakaian korban yang berlumuran darah langsung disimpan di rumah kakaknya, sedangkan HP Xiaomi ditaruh di rumah bapaknya.

“HP belum sempat dijual, baru hanya disimpan di rumah orang tua. Rencana HP tersebut akan dijual untuk dibelikan narkotika,” paparnya.

Untuk mengetahui kejiwaan pelaku, anggotanya akan mendampingi untuk dilakukan tes psikologi.

Sementara itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, penjagaan ketat anggota mensterilkan lokasi kejadian 50 meter dari kerumunan massa.

“Kami turunkan sebanyak 40 personel gabungan untuk melakukan penjagaan di lokasi kejadian,”katanya.

Sementara itu, pelaku Ahmad Rifai alias Papay, mengungkapkan dirinya merasa sangat bersalah atas apa yang telah diperbuat atas korban.

“Saya merasa bersalah dan terus terbayang-bayang atas wajah korban yang saya bunuh sampai sekarang,” ungkapnya.

Sebelumnya korban AA (14) dihabisi pelaku setelah pulang sekolah saat berencana akan bermain futsal.

Jenazah korban ditemukan warga sudah terbujur kaku dipinggir Kali Ciputat RT03/09, Cinangka, Sawangan, Sabtu (7/10) siang.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto, Selasa (9/10) kepada awak media mengatakan,
motif AR alias Apay (19) yang membunuh AA ternyata ingin menguasai handpone korban. HP itu lalu dijual pelaku untuk dibelanjakan narkotika jenis ganja atau sabu. Pembunuhan itu pun sudah direncanakan pelaku sebelum membawa korban ke sebuah empang yang tak jauh dari rumah korban.

Pelaku mengambil pisau dari rumahnya sebelum sampai ke lokasi kejadian.

“Setelah melakukan pemeriksaan, kami mendapatkan informasi bahwa latar belakang pelaku adalah ingin menguasai handphone korban yang saat itu dibawa,” ujarnya.

Antara pelaku dan korban, kata dia, memang saling kenal. Dimana keduanya pernah satu sekolah ketika di sekolah dasar (SD).

Mereka adalah teman nongkrong dan tidak ada kecurigaan dari korban ketika pelaku mengajaknya ke empang.

“Saat korban sedang memegang handphone, pelaku sudah mengamati korban. Pelaku berpura-pura minta diantar ke empang dan korban ikut saja,” tukasnya. n CR1-JD

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here