Psikolog Sorot Aksi Keji Pembunuh Pelajar

0
158
Maharani Ardi Putri

Margonda | jurnaldepok.id
Psikolog Universitas Pancasila (UP), Maharani Ardi Putri menilai motif A. Rifai alias Pay (19) membunuh Ali Akbar karena alasan sepele. Pasalnya, pelaku ingin menguasai handphone korban.

Ironinya, pelaku telah melakukan tindakan agresif di luar nalar. Dia berpendapat perilaku agresif remaja saat ini dipicu dari contoh yang ada. Misalnya saja tayangan di berbagai media yang menampilkan tindakan keji dan kemudian itulah yang dicontoh remaja saat ini.

“Bisa jadi mereka melihat contoh kekerasan yang banyak terjadi di media dan mereka dengan mudah mengaksesnya. Hal itu kemudian mereka jadikan ‘contoh’,” ujarnya, Selasa (9/10).



Disisi lain, sifat remaja adalah cepat mengambil keputusan tanpa berfikir panjang. Mereka cenderung lebih berani melakukan sesuatu karena tidak terlalu memikirkan resiko dari tindakan tersebut.

Putri mengilustrasikan, ibarat berlatih berkendara maka remaja cenderung lebih berani melaju di jalan raya dibanding seseorang yang berlatih berkendara di usia dewasa.

“Yang lebih dewasa tentu lebih banyak pertimbangan. Kalau anak muda memang salah satu sifatnya adalah senang mencoba dan kurang memikirkan faktor resiko,” tukasnya.

Oleh karenanya pola asuh dan lingkungan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter remaja. Ketika mereka berada dalam pola asuh yang penuh rasa sayang, maka karakter yang terbentuk pun akan penuh kedamaian. Mereka cenderung bisa mengatasi masalah dengan lebih bijak.

“Kalau dillihat dari alasan pelaku bertindak demikian (membunuh,red) itu sangat dangkal sekali ya karena ingin mengambil handphone untuk membeli drugs. Jika dilihat bisa jadi dia memang terbiasa (mengonsumsi) sehingga pola pikirnya dipengaruhi oleh drugs itu sendiri,” tandasnya.

Dengan kecanduan yang hebat, maka si pelaku pun cenderung mengatasi masalah dengan cara atau persepsinya. Pelaku lebih memilih jalan singkat dan hanya melihat dari perspektif dirinya sendiri.

“Jika dilihat sekilas sepertinya memang dia mengonsumsi dalam waktu yang sudah cukup lama sehingga sampai nekat berbuat demikian,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here