Pembunuhan Pelajar Motifnya Pelaku Ingin Miliki HP

0
183
Kapolresta Depok (kanan) bersama Kapolsek Sawangan (kiri) saat menunjukkan barang bukti yang disita dari pelaku pembunuhan pelajar di wilayah Cinangka, Sawangan

Margonda | jurnaldepok.id
Motif AR alias Apay (19) yang membunuh siswa MTs di Sawangan Ali Akbar (14) ternyata ingin menguasai handpone korban. HP itu lalu dijual pelaku untuk dibelanjakan narkotika jenis ganja atau sabu.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto, Selasa (9/10) kepada awak media mengatakan,
pembunuhan ini pun sudah direncanakan pelaku sebelum membawa korban ke sebuah empang yang tak jauh dari rumah korban.

Pelaku mengambil pisau dari rumahnya sebelum sampai ke lokasi kejadian.



“Setelah melakukan pemeriksaan, kami mendapatkan informasi bahwa latar belakang pelaku adalah ingin menguasai handphone korban yang saat itu dibawa,” ujarnya.

Antara pelaku dan korban, kata dia, memang saling kenal. Dimana keduanya pernah satu sekolah ketika di sekolah dasar (SD).

Mereka adalah teman nongkrong dan tidak ada kecurigaan dari korban ketika pelaku mengajaknya ke empang.

“Saat korban sedang memegang handphone, pelaku sudah mengamati korban. Pelaku berpura-pura minta diantar ke empang dan korban ikut saja,” tukasnya.

Ketika di perjalanan, sambungnya, keduanya melewati rumah pelaku. Saat itu pelaku mampir ke dalam rumah dan mengambil pisau. Ketika sampai di lokasi, pelaku langsung menganiaya korban sampai tewas.

“Keduanya jalan bersama ke empang. Disana pelaku menganiaya korban dan merampas handphonenya,” paparnya.

Setelah korban tewas kemudian pelaku langsung meninggalkan begitu saja. Handphone korban pun dibawa oleh pelaku. Polisi juga melakukan tes urine kepada pelaku, dimana dari hasil tes urine pelaku dinyatakan positif memakai narkoba jenis sabu dan ganja.

“Jadi setelah kami melakukan penangkapan untuk melengkapi berkas, kami lakukan tes urine, dan hasilnya positif. Tes urine dilakukan polisi untuk melengkapi berkas penyidikan,” ungkapnya.

Namun polisi belum dapat memastikan apakah narkoba tersebut dikonsumsi sebelum atau sesudah membunuh korban.

“Dia positif ganja dan sabu. Kami belum bisa pastikan apakah menggunakan sebelum atau sesudah kejadian, kami dalami dulu,” terangnya.

Polisi saat ini sedang mencari pemasok atau pengedar narkotika kepada pelaku.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 (3) subsider pasal 338 dan 340 Jo Pasal 80 (2) UU No 35 tahun 2014 tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan terhadap anak.

“Ancaman diatas 10 tahun,” pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here