Haul l ke-15 KH M Thoyib bin H Mughni Penuh Khusyuk

0
48
Suasana peringatan haul ke-15 KH M Thoyib Bin H Mughni di Ponpes As-Salamah.

Laporan: Rahmat Tarmuji
Ratusan jamaah larut dalam kekhusyukan saat mengikuti acara Haul l ke-15 KH M Thoyib Bin H Mughni di Ponpes As-Salamah.

Rangkaian acara sebelumnya juga diadakan dengan khotmul Qur’an oleh 200 santri dari As-Salamah.

“Tentunya, dengan adanya peringatan Haul ini bukan sekadar motivasi belaka. Namun, bisa menjadi motivasi bagi keluarga, masyarakat dan alumni dalam mengembangkan nilai agama sesuai kemampuan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren As-Salamah, KH Bahrudin di Bojong Pondok Terong, Cipayung.



Menurutnya, para jamaah yang hadir dari mulai para Habaib, Ulama, Pengurus PC NU Depok, tokoh masyarakat, para santri, alumni, siswa, wali murid dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, seusai Sholat Isya dimulai dengan pembacaan Ratibul Atthos oleh Habib Muhsin Al-Athos dari Kramat Empang, dan bacaan Yasin Ust HM Ja’wani.

Sedangkan, untuk Penceramah KH Zarkasih Amin, Habib Muhammad Bin Ali bin Abdurrahman Assegaf, KH Sumarno Syafi’i (pengisi Damai Indonesia-red) dan Doa Habib Husein bin Ali Baharun.

“Kami mengingatkan kembali perjuangan almarhum dan perkenalkan pada jamaah yang baru mengikuti majelis taklim. Serta teladan bagi kami, kiprahnya dalam berdakwah di Pondok Terong, Cipayung dan Depok pada umumnya,”paparnya.

Penyelenggaraan Haul Pendiri Ponpes Assalamah rutin dilakukan setiap tahun. Menurutnya, sebagai pihak keluarga berupaya melanjutkan perjuangan almarhum, baik secara internal dan eksternal.

“Beliau dakwah siang malam, wakafkan umurnya dan kehidupannya untuk agama dan masyarakat. Dari pengajian lekar atau kalong (pulang pergi) sampai dengan mendirikan pesantren. Kami melanjutkan apa yang dilakukan almarhum dan berikan satu inovasi dari pendidikan. Kalau mengutip kaidah Ushul Fiqih Almuhafadzoh ‘ala qodimis sholih wal akhdu bil jadidil ashlah,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga nampak Kepala Kemenag Depok H Asnawi yang bertekad memajukan pendidikan pesantren dan madrasah.

“Kami ingin memajukan pendidikan madrasah. Selama ini, orang hanya melihat pendidikan di madrasah sebagai nomor dua atau sisa dari Negeri. Kami buktikan bahwa madrasah juga bersaing dan tidak kalah dengan sekolah lainnya,” pungkasnya. n

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here