Program PKM PNJ, Ubah Sampah jadi Gas

0
79
Kegiatan PKM yang dilakukan PNJ di Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari

Laporan: Rahmat Tarmuji
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memecahkan masalah yang timbul pada masyarakat seacara komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran lebih dari satu mitra.

Program ini dirancang dan didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti dengan pelaksana adalah Perguruan Tinggi. Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) merupakan salah satu perguruan tinggi yang dipercaya oleh DRPM untuk melasanakan program kemitraan tersebut.

“Dalam melaksanakan kegiatan PKM tersebut, Politenik Negeri Jakarta telah menggandeng dua mitra dari Bank Sampah Melati Bersih dan Bank Sampah Mawar 3. Lokasi Bank Sampah Melati Bersih adalah di RW 05 dengan jumlah nasabah 98 Kepala Keluarga (KK) dari 1075 KK,” ujar Sutanto, Ketua Pelaksana Program PKM.



Sedangkan Bank Sampah Mawar 3 berlokasi di RW 06 dengan nasabah 25 KK dari 539 KK. Kedua bank sampah tersebut tepatnya berada di wilayah Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Pada hari, Rabu (3/10) selama satu hari telah dilakukan pelatihan pembuatan biogas dari sampah organik yang dilaksanakan di RT 05/RW 05. Sebelum acara dimulai terlebih dahulu dilakukan penanda tanganan berita acara penyerahan bantuan digester dan sekaligus penyerahannya oleh Ir. Sutanto,MT, selaku Ketua Pelaksana Program PKM kepada Hj Tuti Roswati, Ketua Bank Sampah Melati Bersih dan Nina Diana, selaku Ketua Bank Sampah Mawar 3.

“Kapasitas digester tersebut adalah 40 Kg yang setara dangan volume biogas sebesar 35 liter. Pemberian bantuan digester tersebut dimaksudkan sebagai pemodelan dalam pengolahan sampah organik menjadi biogas. Pengetahuan yang telah diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan dapat disebarkan luaskan pada masyarakat di wilayah RW 05 dan RW 06 serta seluruh masyarakat di wilayah Duren Mekar,” paparnya.

Pada pelatihan tersebut, selain dihadiri oleh para pengurus Bank Sampah Melati Bersih dan Mawar 3 hadir pula dari perwakilan Bank Sampah dari RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 07, 16 orang mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta dan staf dari Kelurahan Duren Mekar.

“Keuntungan dari pengolahan sampah organik dengan digester selain diperoleh biogas juga dihasilkan pupuk padat dan cair organik yang ramah terhadap lingkungan,” terangnya.

Sebelum dilakukan praktek pembuatan biogas, terlebih dahulu disampaikan paparan yang berkaiatan dengan teori dan prosedur pembuatan biogas oleh ketua pelaksana. Dalam penyampaian paparan tersebut dijelaskan bahwa semua bahan organik dapat dijadikan biogas.

Sedangkan langkah yang dilakukan dalam pembuatan biogas diawali dengan penimbangan sampah organik sebanyak 20 kg, kemudian diblender sampai halus dan ditambah air kali sambil diaduk sampai terbentuk adonan sampah yang homogin dengan berat total mencapai 40 kg.

“Adonan dimasukkan ke dalam digester dan ditutup rapat sampai udara tidak dapat masuk, sehingga proses fermentasi berlangsung secara anaerob. Biogas akan terbentuk setelah proses berlangsung sekitar lima sampai tujuh hari secara batch atau kontinyu,” ungkapnya.

Bila dipilih kontinyu, lanjutnya, maka setiap lima sampai 10 jam harus dikontrol supaya adonan yang keluar dari digester segera dapat diganti. Keluarnya adonan sampah tersebut menunjukkan bahwa gas mulai terbentuk, sehingga menekan adonan tersebut keluar dari digester.

“Jika adonan yang keluar tersebut tidak ditambah dengan yang baru maka udara akan mudah masuk kedalam digester yang dapat menganggu pembentukan biogas,” katanya.

Menurut Hj Tuti Rosmawati dan Nina Diana setelah selesainya acara pelatihan tersebut mengatakan, pelatihan pembuatan biogas dengan digester terebut dapat menambah pengetahuan tentang pengolahan sampah organik menjadi biogas yang tadinya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kompos saja.

“Kami berharap pelatihan – pelatihan seperti ini lebih ditingkatkan di masa mendatang, sehingga kedepan dapat membuat biogas secara praktis yang dapat dijadikan energi altrnatif untuk penganti LPG pada kompor gas,” ungkapnya. n

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here