Kajari Plototi Berkas NMI-Harry

0
93
Sufari

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Berkas kasus dugaan korupsi mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail (NMI) dan mantan Sekda Pemkot Depok, Harry Prihanto masih dilakukan pemeriksaan lebih detil, apa lengkap atau tidak.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari membenarkan telah menerima berkas kasus dugaan korupsi dua tersangka Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto.

“Iya benar, berkasnya sudah ada di Kejaksaan, masih dilakukan pemeriksaan apakah sudah lengkap atau tidak,” ujarnya, kemarin.



Pihak Kejaksaan mempelajari dengan teliti dokumen dan berkas korupsi Nur Mahmudi dan Harry Prihanto.

“Kami menginginkan dokumen dan berkas korupsi Nur Mahmudi dan Harry dibuat dengan teliti dan detail,” paparnya.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto belum lama ini kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah melimpahkan berkas dua tersangka kasus korupsi anggaran APBD 2015, proyek pelebaran Jalan Nangka di Kelurahan Curug, Kecamatan Tapos ke Kejaksaan.

“Ya berkas perkara tersangka inisial HP dan NMI hari ini dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok untuk dilakukan penelitian,” ungkapnya.

Didik mengakui dirinya belum bisa berkomentar banyak karena berkas tersebut masih dalam pemeriksaan tim jaksa.

“Masih dalam pemeriksaan pihak jaksa, tunggu saja ya hasilnya dari sana (tim jaksa),”katanya.

Berdasarkan keterangan Didik, Nur Mahmudi dan mantan Sekda Kota Depok Harry Prihanto terjerat kasus dugaan penyelewengan pengadaan tanah Jalan Nangka pada tahun 2015.

Nur Mahmudi disebut membuat surat yang membebankan pengembang untuk melakukan pelebaran Jalan Raya Bogor dan Jalan Nangka.

Dimana Nur menjalani pemeriksaan selama 15 jam atau hingga larut malam oleh tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Polresta Kota Depok pada, Kamis (13/9) malam.

Pemeriksaan Nur Mahmudi Ismail terkait kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Curug, Kecamatan Tapos, dengan kerugian negara hingga lebih Rp 10 miliar.
Tersangka lainnya mantan Sekda Kota Depok, Harry Prihanto yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka anggaran 2015, usai dilakukan pemeriksaan pada Rabu (12/9) tidak langsung ditahan oleh pihak Kepolisian.

Harry Prihanto, akhirnya keluar dari ruangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) selama 15 jam. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here