Al-Hikam Cetak Kader Pentashihan Al-Qur’an

0
82
Suasana acara pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Beji | jurnaldepok.id
Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an ((STKQ) Al-Hikam Depok menggelar acara pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Kegiatan itu bekerjasama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

“Dengan para mahasiswa Al-Hikam yang juga Huffadz (hafal Al-Qur’an 30 juz-red), adalah bagian dari pengkaderan pentashihan mushaf Al-Qur’an. Sebab, untuk menjadi pentashih mushaf adalah orang yang dengan kriteria tertentu,”ujar Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok, KH. Yusron Ash-Shidqi, Rabu (3/10).

Tashih mushaf Al-Qur’an merupakan upaya mengkoreksi mushaf atau lembaran teks oleh tim ahli. Bila ditemukan kesalahan maka akan diperbaiki cetakan mushaf Al-Qur’an tersebut.



Yusron mengungkapkan, dengan adanya pelatihan tersebut juga bukti bahwa pemerintah concrn pada Al-Qur’an. Terlebih lagi, lanjutnya, mengingat banyaknya jumlah cetakan mushaf yang beredar di masyarakat dan perlunya pengkaderan pentashih.

“Kami menyambut baik kegiatan ini atau untuk mencetak kader pentashih mushaf Al-Quran. Harapannya seluruh masyarakat muslim Indonesia meningkatkan literasi dalam bidang Al-Qur’an. Dalam artian, menjadi awal literasi dalam arti lebih luas mampu memaksimalkan nilai-nilai dalam Al-Qur’an dalam jati diri sebagai seorang muslim,”paparnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama empat hari atau (1-4/10) diakhiri dengan praktik pentashihan di Bait Qur’an TMII. Menurutnya, para peserta mendapatkan beragam materi diantaranya sejarah mushaf di Indonesia, Rasm atau bentuk tulisan dan mushaf standar Indonesia (MSI), Pentashihan Al-Qur’an di dunia, sejarah penulisan dengan tulisan Braile.

“Setelah mendapatkan materi, di hari terakhir langsung praktek. Diharapkan, mereka menjadi pentashih Al-Qur’an di masa mendatang,”harapnya.

Sementara itu, Mukhlis Hanafi mengungkapkan penerbit di Indonesia mencetak lima sampai 7,5 juta mushaf Al-Qur’an. Menurutnya, mushaf tersebut harus lolos uji keshahihan oleh lajnah pentashihan.

Dirinya mengimbau, ketika ada kesalahan penulisan mushaf yang sudah lulus uji lajnah pentashih, tidak selalu disebabkan kesalahan pentashih. Namun, lanjutnya, bisa jadi faktor mesin atau program yang eror.

“Untuk itu, ketika masyarakat menemui kesalahan laporkan pada kami, bukan diviralkan, sehingga bisa diselesaikan. Sebab, dengan memviralkan bukan menyelesaikan masalah,”pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here