Harga Pakan Melonjak, Peternak Ayam Menjerit

0
67
ilustrasi

Cilodong | jurnaldepok.id
Peternak ayam mandiri terancam gulung tikar. Hal ini dikarenakan harga pakan ternak yang tinggi.

Salah satunya dialami peternak ayam Tiga Saudara Family di Jalan Arido, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong yang mengaku sudah tiga bulan kebingungan mensiasati pemberian makanan dan nutrisi bagi ribuan ayam potong maupun petelur miliknya.

Bang Odih, sapaan hangat pemilik peternakan menegaskan harga pakan ayam yang semula satu karung seharga Rp 317 ribu kini naik menjadi Rp 351 ribu rupiah.



“Kenaikannya mencapai Rp 30 ribu lebih. Mau ngoplos atau ngeteng, sama saja sekarang. Atau mau diganti pakannya, malah produksi ayam jadi tidak bagi,” katanya.

Dirinya menuturkan pihaknya harus mengerem produksi ayam potong hingga 50 persen lebih, sebelum tiga bulan ini produksi ayam per minggu bisa menghasilkan 10 ton daging ayam siap jual, sedangkan saat ini dalam keadaan tidak stabil, hanya menghasilkan lima ton daging ayam.

“Itu juga tidak menentu, bahkan bisa kosong dalam seminggu nanti setelah dua Minggu baru ada lagi,”ungkapnya.

Dia menambahkan pihaknya sudah mencoba berbagai cara mulai dari perampingan karyawan dan membatasi pakan ternak namun, ternyata bukan solusi yang terbaik.

“Kami pernah alami juga seperti ini dulu tahun 2006, sekarang begini lagi pusing,” tegasnya.

Odih menerangkan, dirinya membangun peternakan tersebut bersama tiga orang saudaranya sejak 2013 lalu. Bila dilihat dari omset pertahun dalam kurun waktu lima tahun ini, omset peternakannya juga mengalami penurunan drastis.

“Omset kita per tahun, mencapai Rp 500 Juta rupiah, tapi beberapa tahun ini hanya mencapai Rp 100 – Rp 50 Juta. Uang ini kan kita puterin lagi, untuk ongkos produksi dan gaji pegawai. Karyawan saya disini ada 20 orang, untuk kandang kita ada 12 titik semuanya di wilayah Depok,” pungkasnya.

Ia berharap, pemerintah tergerak untuk segera turun dan memberikan solusi yang terbaik, menurutnya, kondisi peternak semakin terjepit di satu sisi pedagang ingin harga murah, sedangkan peternak juga harus bertahan hidup.nNur Komalasari


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here