Pelaku Pembacokan Akhirnya Ditangkap

0
34
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Anggota Buser Polsek Pancoran Mas berhasil mencokok tiga remaja yang buron kasus pembacokan terhadap Muhammad Ramadhan (18). Para pelaku diamankan saat mencoba kabur ke luar kota di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Ketiga pelaku itu LS (18), RZ (18), dan LS (19), berhasil ditangkap anggota dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas, Iptu Hendra, Panit Buser Ipda Abu Said dan sejumlah anggota buser.

Kapolsek Pancoran Mas, Komisaris Polisi Roni Agus Wowor kepada wartawan mengatakan, pada saat diamankan ketiga pelaku berencana akan kabur ke daerah Banten, dengan menggunakan angkutan umum di daerah Pasar Senen.



“Kerja cepat anggota kami dalam melakukan penyelidikan dapat mencegah para pelaku untuk pergi ke daerah Banten. Informasinya pelaku akan menetap sementara di salah satu rumah saudara pelaku di daerah Banten,” ujarnya, kemarin.

Namun sebelum itu terjadi, kata dia, anggota sudah berhasil mencokok para pelaku.
Ia menambahkan, para pelaku sempat mengecoh petugas dengan menyebunyikan senjata tajam jenis celurit untuk membacok korban dibuang di daerah Serua, Pamulang Tangsel.

Setelah anggota menelusuri tempat yang disebutkan pelaku RZ, anggota tidak menemukan sajam yang dimaksud. Namun akhirnya pelaku mengaku merekayasa hal tersebut, sebenarnya celurit ada di rumah RS di daerah Jembatan Gantung, Pabuaran Bojonggede, anggota langsung menyita celurit dari rumah RZ.

Berdasarkan hasil keterangan salah satu pelaku RZ, kesal dengan korban lantaran wanita yang disukainya jadian dengan korban, merupakan dari kelompok tongkrongan berbeda.

Tongkrongan pelaku Rawa Dalam Haram (RDH) dengan tongkrongan korban yaitu Geng H.Dul yang ada di daerah kawasan Cipayung ini memang sudah lama bermusuhan.

“Semula dugaan kami permusuhan antara dua kelompok, setelah didalami motifnya asmara,”katanya.

Sementara itu penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku.

“Seluruh pelaku berjumlah enam orang masih kami dalami untuk mencari masing-masing perannya dalam aksi pembacokan terhadap korban,” ungkap.

Atas kejahatan pelaku yang telah mengeroyok dan membacok korban, dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara. Sementara itu clurit yang digunakan pelaku disita petugas sebagai barang bukti.

Sebelumnya para gerombolan premotor, Minggu (23/9) petang menyerang pengunjung minimarket di Jalan Raya Citayam, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, menyebutkan korban mengalami luka parah di bagian tangan kanan dan pinggang dan langsung dilarikan ke RS Citama Pabuaran Bojonggede. n CR1-JD


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here