Nasib Nur Mahmudi Masih Gantung

0
180
Kuasa hukum Nur Mahmudi Isma'il, Iim Abdul Halim saat diwawancarai wartawan

Cimanggis | jurnaldepok.id
Hingga saat ini kasus korupsi Jalan Nangka Kecamatan Tapos yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 10,7 miliar terus berjalan. Tim kuasa hukum salah satu tersangka Nur Mahmudi Ismail, Iim Abdul Halim mengungkapkan pihaknya tengah menunggu koordinasi dari pihak penegak hukum terkait kelanjutan kasus tersebut.

“Kasus ini kan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Depok. Kini kami hanya bisa menunggu perkembangannya saja,” ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan saat ini pihaknya hanya mendapat kabar mengenai perkembangan kasus tersebut sebatas pelimpahan berkas dari pihak Kepolisian ke Kejari.



“Kabarnya baru sebatas pelimpahan berkas ke Kejari saja. Belum ada komunikasi lain dengan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Dirinya mengaku hanya akan menunggu koordinasi dengan penegak hukum terkait kasus yang sedang berlangsung. “Yang kami lakukan hanya menunggu apa saja yang diminta oleh pihak kepolisian atau Kejari,” tambahnya.

Terkait kondisi Nur Mahmudi, ia menjelaskan jika mantan Walikota Depok dua periode itu dalam kondisi baik. Ia pun menegaskan jika NMI tidak kabur alias masih berada di kediamannya yakni di perumahan Griya Tugu Asri, Cimanggis untuk menjalani proses hukum lanjutan.

“Kondisi pak Nur Mahmudi ada di rumahnya. Saat ini saya belum tahu apakah masih melanjutkan pengobatannya atau tidak. Yang jelas secara kognitif beliau baik-baik saja. Jalannya kini tidak seperti dahulu, sudah terpincang-pincang karena insiden yang dialami beberapa waktu lalu.

Dirinya menerangkan meski secara fisik kliennya masih terpincang-pincang namun ia memastikan jika kliennya dapat menjalani proses hukum yang ada.

“Bapak bisa melakukan proses hukum dengan baik. Tidak terganggu dengan kondisi tubuhnya itu. Selama ini kan juga kooperatif,” ucapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan tidak berencana melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Nur Mahmudi Ismail (NMI) dan Harri Prihanto (HP).

Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya.

“Siapa yang mau nahan. Tidak ada rencana mau ditahan,” kata Argo.

Dia menjelaskan, pernyataan kuasa hukum kedua tersangka yang menyebutkan jika penangguhan penahanan ke duanya dikabulkan Kepolisian harusnya dikonfirmasi secara pasti. Hal ini lantaran penangguhan penahanan baru dapat dilakukan ketika memang kedua tersangka ditahan.

“Ini saja belum ditahan bagaimana mau ada penangguhan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here