Kosan Alih Fungsi jadi Tempat Mesum

0
205
Petugas gabungan saat menggeledah salah satu kos-kosan yang dijadikan tempat mesum

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar operasi gabungan bersama BNN dan Imigrasi Kota Depok. Dalam razia tersebut, sebelas pasangan mesum berhasil terjaring dalam kegiatan tersebut.

Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan anggota gabungan mendatangi empat lokasi penginapan dan kos-kosan yang sebelumnya ditengarai menjadi lokasi pasangan mesum menyalurkan keinginan mereka.

“Ada empat laki-laki berkunjung ke kosan perempuan ke Kosan Rahayu, Kelapa Dua. Sedangkan di tempat penginapan Bang Day, Taman Duta, Sukmajaya kami mendapati tujuh pasangan mesum yang tidak mampu menunjukan surat nikah mereka,” ujarnya.



Ia menambahkan dalam operasi yang dilakukan pihaknya juga meminta kepada pemilik kosan untuk memintai pertangungjawaban mereka.

“Di salah satu kosan di Kelapa Dua misalnya, ada pemilik kosan yang ikut dalam razia. Dia marah-marah mengetahui kosan ada laki-laki yang masuk,” paparnya.

Dia menjelaskan operasi gabungan yang dilaksanakan bertujuan untuk menyikapi laporan masyarakat yang mengeluhkan adanya kegiatan mesum di sejumlah lokasi.

“Laporannya kepada kami banyak kosan yang ternyata disalahgunakan untuk tempat mesum,” katanya.

Dia menerangkan, seluruh penghuni kosan juga diwajibkan untuk tes urin. Namun, belum ditemukan penghuni atau penyewa penginapan yang positif mengkonsumsi narkoba.

“Ada pihak BNN yang melakukan tes urin, belum didapati penghuni yang positif narkoba,” paparnya.

Menurut dia, selama ini banyak laporan yang masuk mengenai lokasi yang disinyalir menjadi tempat mesum. Pihaknya akan secara intensif melaksanakan patroli maupun razia ke lokasi-lokasi tersebut.

“Kami minta juga kepada pemilik kosan untuk secara aktif mengawasi kosan mereka,” ungkapnya.

Kabid Trasmatibum Satpol PP Kota Depok, Kusumo menjelaskan jika semua yang diamankan dalam operasi kemarin malam, didata dan meminta keluarga mereka untuk datang ke menjemput mereka.

“Kebanyakan mereka yang terjaring memang mahasiswa kami tahan KTP mereka untuk nantinya dijemput bersama orang tua mereka,” pungkasnya.nNur Komalasari


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here