Kajian Ganjil Genap Belum Rampung

0
82
Dadang Wihana

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Perhubungan Kota Depok terus melakukan kajian terhadap rencana penerapan ganjil genap di Jalan Margonda.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan kajian Ganjil Genap Margonda hingga kini belum selesai dan masih dilakukan.

“Masih kami godok dan kaji dulu. Masih tahap kroscek ulang. Masih banyak tahapan yang masih dilalui dalam proses kajian ganjil genap di Jalan Margonda,” ujarnya, kemarin.



Disinggung soal apa saja hal yang dikroscek ulang, Dadang tidak menyebutkan jelas.
Dia mengatakan belum bisa menjelaskan banyak karena saat ini kajian masih terus dilakukan pihaknya.

“Itu yang belum bisa diekspos, jadi kan masih belum paparan juga, masih ada tahapan-tahapannya,” tegasnya.

Dia mengklaim sejauh ini tidak ada kendala apapun.

Sebelumnya Dinas Perhubungan melempar wacana penerapan ganjil genap di ruas Margonda itu akan diterapkan pada akhir pekan saja sebagai langkah mengantisipasi kemacetan lalu-lintas di kawasan tersebut.

Sementara itu Anggota Komisi V DPR RI, Intan Fauzi menilai wacana ganjil genap Margonda hanya solusi jangka pendek saja untuk mengatasi kemacetan di Depok.

Dia mangakui system ini terbukti ampuh mengurai kemacetan di Jakarta ketika perhelatan ASIAN Games kemarin. Namun yang juga harus dipikirkan adalah solusi jangka panjangnya.

“Itu hanya sebagai rekayasa lalulintas saja. Saat ini pertumbuhan penduduk dan pemilik kendaraan jauh lebih besar dibandingkan ruas jalan, sehingga diwacanakan ganjil genap. Tapi jangan sampai ini malah membuat warga membeli kendaraan labih dari satu karena tidak mau kena system ini,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah kota harus melakukan pemerataan pembangunan. Salah satunya dengan mempercepat proyek Margonda II yang salah saatu titiknya ada di kawasan Bojongsari.

Dengan demikian, perkembangan ekonomi dan roda perputaran uang tidak hanya terpusat di Margonda saja.

“Dengan demikian kemacetan juga otomatis terurai. Margonda II ada enam titik.
Jika itu dikembangkan maka kemacetan di Margonda tidak lagi signifikan. Jadi solusi jangka panjangnya adalah pemerataan permbangunan,” terangnya.

Dia juga mengingatkan agar tidak lagi dikeluaran perizinan apartemen di kawasan Margonda.
Jika ada investor yang mau menanam saham maka diarahkan ke wilayah lain di Depok selain Margonda. Jika perizinan yang dikeluarkan hanya sebatas di Margonda, maka kawasan lainnya tidak akan berkembang.

“Pusat kota tidak boleh hanya satu titik, karena untuk nengurai kemacetan juga. Harus dibangun titik-titik lain yang juga dekat dengan warga sehingga akses mereka pun menjadi mudah dan perekonomian berkembangn,”pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here