Satpas 1221 Diklaim Bebas Calo

0
77
uang Satpas 1221 Satlantas Polresta Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Jajaran anggota Satpas 1221 Satlantas Polresta Depok, kini sudah bisa bebas dari pungli maupun praktek calo. Hal ini upaya anggota yang telah melakukan pengetatan dalam proses pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Berdasarkan pantauan dua lokasi Satpas Polresta Depok maupun Pasar Segar, terlihat mulai sejak pembukaan pelayanan dari pukul 08.00 para pemohon SIM yang telah melakukan antri sebelumnya telah memeriksakan kesehatan terlebih dahul, kemudian langsung bisa membeli blanko formulir di loket yang sudah disediakan.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan pengetatan dalam proses pembuatan SIM ini dilakukan, berharap masyarakat yang membuat SIM di Satpas 1221 Polresta Depok mahir dalam mengemudikan kendaraan di jalan, sehingga mengurangi angka kecelakaan. Selain itu juga dapat menghindari pemohon tidak menggunakan jasa calo.



“Sekarang ini Satpas SIM kami sudah betul-betul bebas dari calo dan pungli,” ujarnya, Kamis (20/9).

Sesuai Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak Polri, Gol Sim Baru A, Rp 120 ribu, C Rp100 ribu dan Perpanjangan A Rp 80 ribu dan C Rp 75 ribu.

“Setelah itu oleh petugas penjaga didampingi anggota Provos dicek kelengkapan berkas tidak boleh masuk jika bukan orang bersangkutan pembuat SIM. Setelah itu tahapan selanjutnya, pemohon diharuskan mengikuti sejumlah tes yaitu praktek dan teori yang juga dijaga ketat sama penjaga pengawas dari dalam Satpas,” paparnya.

Hal itu dilakukan tak lain sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat luas.

Kanit Regident Polresta Depok, AKP Agung menambahkan penjagaan anggota diperbantukan oleh anggota Provost, Brimob dan Sabhara, yaitu rutin melakukan patroli di sekitar lingkungan Satpas sebagai langkah menghilangkan praktek percaloan.

“Bagi masyarakat jangan khawatir, kami telah membuka pelatihan praktek dan pencerahan tentang kisi-kisi ujian teori tanpa dikenakan biaya alias gratis. Tujuannya supaya pemohon tidak menemukan kesulitan saat menjalankan tes nanti,”katanya.

Pihaknya juga memasang spanduk berisi imbauan-imbauan persuasif kepada pemohon untuk tidak mengurus SIM kepada calo.

“Pengurusan SIM sekarang sudah baik dan cepat lantaran sudah berbasis online. Bagi beridentitas luar domisili bisa buat SIM di satpas kami,” jelasnya.

Salah satu pemohon SIM C, Yanti mengatakan, dirinya telah mencoba beberapa kali tes untuk pembuatan SIM C namun selalu gagal.
“Ini yang kedua kalinya saya ikut tes, namun selalu gagal,”katanya.
Kendati demikian, Yanti tidak akan putus asa akan terus mencoba mengikuti tes hingga sampai bisa. n CR1-JD


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here