Pengunjung Rutan Selundupkan HP Pakai Pampers

0
108
Kepala Rutan Cilodong, Bawono Ika Sutomo saat menunjukkan hasil razia

Cilodong | jurnaldepok.id
Petugas Rumah Tahanan II Kota Depok, Kecamatan Cilodong menggagalkan aksi penyeludupan telepon genggam ke warga binaan melalui pampers bayi.

Kepala Rutan Cilodong, Bawono Ika Sutomo mengatakan penyelundupan tersebut diketahui ketika petugas melakukan pengecekan tubuh terhadap pengunjung yang hendak menjenguk para Narapidana pada sesi pertama, yaitu sekitar pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Tiba – tiba, petugas Rutan mendapati gerak gerik mencurigakan pada pengunjung wanita yang membawa anak kecil umur 3 – 5 tahun.



“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata benar wanita berinisial LS istri warga binaan kami AI kedapatan hendak menyelundupkan handphone,” ucap Bawono, di Rutan Kelas II B, kemarin.

Ia menuturkan, modus penyusupan handphone tersebut cukup unik, dimana LS menyembunyikan alat komunikasi tersebut di pampers yang dikenakan oleh anaknya yang masih balita.

“Setelah ditanyai oleh anggota kami ternyata benar handphone tersebut hendak diberikan kepada suaminya,” paparnya.

Namun, saat diperiksa ternyata tidak ada benda – benda yang mencurigakan seperti narkoba di dalam handphone tersebut.

Pihaknya pun langsung, memeriksa suaminya yang merupakan warga binaan penghuni kamar 3007 blok C itu.

“Dari penuturan AI, dia menyuruh istrinya membawa handphone itu untuk digunakan sebagai alat komunikasi dengan sanak saudara selama berada di dalam penjara,”katanya.

Atas kejadian tersebut sesuai aturan Rutan, istri dan anak warga binaan itu tidak diperbolehkan menjenguk dalam batas waktu yang telah ditentukan.

“Untuk sementara ini, yang bersangkutan tidak boleh menjenguk suaminya sampai batas waktu yang kami tentukan, kedepannya bila terjadi lagi tentu ada sanksi. Sedangkan warga binaan yang terkait masalah ini, kami masukkan ke ruangan isolasi,” paparnya.

Bawono menegaskan, atas kejadian tersebut pihaknya akan memperkuat pengamanan terutama ketika melakukan penggeledahan terhadap pengunjung yang masuk secara intensif.

“Siapapun yang melintas dan masuk, ke area pintu utama harus ada penggeledahan antara badan dan barangnya. Kami akan lakukan razia di dalam kamar – kamar warga binaan satu Minggu dua kali secara rutin,” pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here