Pengurus Golkar Dituding Korupsi Uang Saksi

0
200
Koordinator aksi, Edmon Johan saat berorasi di samping Kantor DPD Golkar Kota Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Ratusan massa yang mengatasnamakan Forum Mosi Tidak Percaya Kader Golkar Kota Depok menggruduk Kantor DPD Partai Golkar yang berada di kawasan GDC, Kota Kembang.

Koordinator aksi Mosi Tidak Percaya Kader Golkar Kota Depok, Edmon Johan mengatakan DPD Golkar Kota Depok saat ini dalam status quo.

“Kami minata untuk di Musdalub kan, kami sudah berbicara kepada pihak Polres dan meminta izin untuk aksi ini. Ini merupakan buntut kisruh di Fraksi Partai Golkar, kami diperintahkan oleh DPD Golkar Jawa Barat,” ujar Edmon kepada Jurnal Depok, Senin (17/9).



Selain itu, kata dia, datangnya ratusan kader Golkar ke kantor DPD tak lain untuk membersihkan orang-orang yang telah korupsi uang saksi Partai Golkar pada Pilgub Jabar kemarin.

“Mereka mengkorupsi uang saksi sebesar Rp 270 juta. Itu yang bicara langsung Pak Deddy, karena itu uangnya beliau. Uang saksi seharusnya Rp 100 ribu per TPS, tapi yang dikasih hanya Rp 20 ribu per orang/TPS,”katanya.

Ditegaskannya, pihaknya hingga saat ini masih mengakui Hj Juanah Sarmilih sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Depok. Ia mengatakan, DPRD telah melanggar tata tertib proses pergantian ketua fraksi.

“Sejak 18 Agustus sudah dilarang untuk pergantian ketua fraksi, tapi DPRD malah mendorong itu. Kami menuntut agar pengurus yang duduk saat ini agar hengkang dari kantor DPD. Kami juga akan mengambil alih Kantor DPD Golkar, karena kami yang membangun bukan mereka yang saat ini duduk di kepengurusan,” tegasnya.

Setelah selesai orasi, Golkar kubu Edmon mencoba menerobos brikade anggota polisi yang telah berjaga-jaga di lokasi untuk masuk ke Kantor DPD Partai Golkar menemui pengurus yang bernaung dibawah Ketua DPD Golkar Depok, Farabi Arafiq.

Namun, polisi dengan sigap hanya memperbolehkan lima orang kader Golkar kubu Edmon untuk memasuki kantor DPD.

Sesampainya di dalam ruangan, mereka melakukan komunikasi. Suasana panas terasa pada saat pertemuan, pasalnya kedua belah pihak sama-sama ngotot dan merasa paling benar. Bahkan, ada di antara dua kader perempuan yang berbeda kubu nyaris baku hantam di dalam ruangan.

Saat dikonfirmasi Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Depok, Dindin Saprudin mengungkapkan bahwa apa yang menjadi tuntutan pendemo dalam hal ini kubu Edmon tidak mendasar.

“Tidak jelas apa yang menjadi tuntutan mereka, saudara Edmon juga tidak bicara mengembalikan Ibu Juanah sebagai ketua fraksi dan mengambil alih kantor DPD Golkar ini. Ia hanya menyampaikan ada surat dari DPD Jawa Barat yang dipegang oleh mereka,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa tidak ada pemotongan uang saksi.

“Saat itu disepakati bahwa saksi Pilgub dari Partai Demokrat, namun enam jam sebelum hari H, DPD Golkar Jabar meminta untuk mengerahkan saksi dari luar, akhirnya kami undang teman-teman PK di 11 kecamatan, enggak ada pemotongan” jelasnya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar, Farabi Arafiq menegaskan bahwa tidak akan ada musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Dikatakannya, saat ini Partai Golkar Depok tetap solid dibawah kepemimpinannnya.

“Musdalub tidak sembarangan digelar, terkecuali ada prilaku, dedikasi, loyalitas dan prilaku tercela (PDLT) yang dilanggar. Kalau pun ada indikasi pelanggaran, maka yang bersangkutan dipanggil untuk dikonfirmasi oleh DPD Jabar tetang hal itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, tidak benar semua pengurus kecamatan (PK) meminta Musdalub. Namun ada segelintir orang yang tak jelas yang mengatasnamakan PK, sehingga membuat keruh suasana.

“Padahal Partai Golkar Depok baik-baik saja, karena kami tengah fokus menghadapi pileg dan pilpres 2019,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here