Harry Diberondong 200 Pertanyaan

0
77
Pengacara mantan Sekda Kota Depok, Harry Prihanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolresta Depok beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Hary Prihanto yang tersandung dan dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka di Kelurahan Curug-Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, memenuhi panggilan kedua tim penyidik tindak pidana korupsi Polresta Depok.

Informasi yang dihimpun, Hary Prihanto datang ke ruang penyidik Tipikor Polresta Depok sekitar pukul 08:20WIB yang didampingi oleh enam kuasa hukumnya.

Hingga berita ini diturunkan, Rabu (12/9) malam, Hary masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polresta Depok di Jalan Margonda.



Menurut informasi yang dihimpun dari kuasa hukum, Harry telah dicecar 100 pertanyaan oleh tim penyidik

“Saya belum tahu selesainya jam berapa, karena saya tanya ada hampir 200 an pertanyaan,” kata Ahmar Ihsan Rangkuti, salah satu kuasa hukum Hary.

Ahmar menegaskan, Harry baru menjawab setengah pertanyaan yang dilontarkan penyidik.

” Tadi baru sekitar 100 an, ini masih di lanjut lagi,” tegasnya.

Sementara itu Polisi, melakukan pengawasan ketat di dalam area Kantor Satuan Reserse Kriminal Kota Depok yang tidak berkepentingan termasuk media dilarang masuk.

“Ya siapapun, yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk,” ucap seorang petugas.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan awak media masih menunggu mantan pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kota Depok tersebut keluar dari ruangan penyidik.

Selain Harry, polisi juga telah menetapkan mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka atas kasus tersebut yang rencanany akan hadir pada, Kamis (13/9) hari ini.

Nur Mahmudi diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatannya terkait penggunaan APBD tahun 2015 untuk pembebasan sekaligus pelebaran Jalan Nangka sebesar Rp 10.7 miliar. Anggaran tersebut kala itu tidak direstui DPRD. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here