200 Ribu Peserta BPJS Nunggak

0
84
Sekretaris Daerah Kota Depok, Kepala Dinkes dan Kepala BPJS Kota Depok saat menggelar konfrensi pers terkait PBI

Margonda | jurnaldepok
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya Febriyanti Purwandari menyebutkan, jumlah pserta BPJS di Kota Depok yang menunggak iuran hingga saat ini sebanyak 200 ribu.

“Data peserta yang nunggak hingga pertengahan tahun ini sekitar 200 ribu peserta, mereka berasal dari peserta mandiri kelas I, II dan III, dengan jumlah tunggakkan Rp 93 miliar,” ujar Maya saat Konferensi Pers Penambahan PBI APBD JKN-KIS Kota Depok, di Kantor Walikota Depok, Rabu (12/09).

Ia mengatakan, upaya penagihan telah dilakukan dengan cara mengirim SMS, email maupun surat tertulis. Bahkan tahun ini, untuk melakukan penagihan kepada peserta mandiri, pihaknya menambah 108 kader JKN yang berasal dari masyarakat.



Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan, dalam rangka mempercepat universal health coverage (cakupan semesta) di Kota Depok, Pemerintah Daerah Kota Depok akan melakukan penambahan PBI APBD sebanyak 67.934 peserta. Diperkirakan setelah penambahan PBI APBD tersebut, jumlah peserta JKN-KIS di Kota Depok telah mencapai 81 persen. Sehingga dibutuhkan sekitar 14 persen atau sekitar 263 ribu penduduk terdaftar lagi untuk mencapai universal health coverage.

“Komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mendukung penyelenggaraan Program JKN-KIS di Kota Depok sangat baik. Hal ini tampak dari penambahan PBI APBD Kota Depok yang sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, dimana salah satu isinya yaitu mengistruksikan kepada kemendagri untuk memastikan Gubernur, Bupati dan Walikota untuk mendaftarkan seluruh penduduknya dalam Program JKN-KIS,” terangnya.

Dikatakannya, dalam rangka penyelenggaraan Program JKN-KIS di Kota Depok, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 129 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 32 Puskesmas, 84 Klinik Pratama, 11 Dokter Praktik Perorangan, dan 2 Dokter Praktik Gigi Perorangan.

“Selain itu, BPJS Kesehatan juga bermitra dengan 26 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 18 Rumah Sakit dan 8 Klinik Utama, serta 16 Apotek dan 7 Optik,” terangnya.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono mengatakan jumlah peserta JKN di Kota Depok per 1 September 2018 mencapai 1.190.545 peserta mereka di antaranya ada yang berasal dari PBI APBN 282.986 jiwa dan PBI APBD 141.867 peserta.

“Saat ini sedang diusulkan proses penambahan penduduk Kota Depok yang didaftarkan sebagai peserta JKN PBI sejumlah 67.934 jiwa secara bertahap, ini berdasarkan surat rekomendasi dari Dinas Sosial,” ungkapnya.

Dikatakannya sejak tahun 2016 pemerintah kota telah menganggarkan untuk peserta JKN PBI sebesar Rp 30,5 miliar dengan jumlah peserta 102.27 jiwa, tahun 2017 ditambah menjadi Rp 38 miliar dengan jumlah peserta 154.824 jiwa dan tahun 2018 Rp 37,5 miliar dengan jumlah peserta yang menurun menjadi 146.378 jiwa.

“Menurut teman-teman dari Dinkes anggaran ini belum seluruhnya terserap karena proses sedang berjalan di 2018, setelah akhir tahun bisa dihitung kumulatifnya berapa,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here