Pengacara Bantah NMI Hilang Ingatan

0
158
Kuasa hukum Nur Mahmudi Isma'il, Iim Abdul Halim saat diwawancarai wartawan

Cimanggis | jurnaldepok.id
Mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail (NMI) tersangka kasus dugaan korupsi proyek Jalan Nangka, Kelurahan Curug dan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, dilarikan atau dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kuasa hukum Nur Mahmudi Ismail, Iim Abdul Halim, di Mapolresta Depok mengatakan, Senin (10/9) Nur Mahmudi dirawat dan dirujuk ke RSCM.

“Senin klien kami dirujuk ke RSCM. Karenanya, penundaan pemeriksaan, kami minta sampai setelah 10 November, agar beliau bisa menjalani proses penyembuhan dahulu. Setelah itu, Pak Nur siap ikuti proses dan jadwal penyidik,” ujarnya, kemarin.



Alasannya, kata dia, ia sedang sakit karena terjatuh saat bermain voli di kawasan rumahnya di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, pada pertengahan Agustus lalu.

“Klien kami Pak Nur meminta penundaan pemeriksaan dengan alasan kesehatan. Sebab ia harus menjalani pemeriksaan dokter karena sakitnya dan akan dirujuk ke RSCM,” paparnya.

Dia menambahkan, sakit yang dialami Nur Mahmudi diantaranya di bagian kepala belakang, serta lebam di leher dan di bawah mata kiri.

“Saya ketemu beliau Rabu kemarin. Kalaiu kami lihat memang masih ada bekas darah mengering di sebelah kiri kepala belakang. Di bagian leher ada juga bekas lebam biru. Itu karena posisi benturan saat main voli. Ia benturan dengan temannya sehingga terjatuh dan kena kepala belakang. Tapi Insya Allah dia bisa berkomunikasi dengan baik,” ungkapnya.

Karenanya, Abdul Halim, membantah informasi yang menyebutkan bahwa Nur Mahmudi menderita hilang ingatan saat ditetapkan tersangka.

Ia memastikan bahwa Nur Mahmudi bisa berkomunikasi dengan baik meskipun saat ini sedang sakit.

“Enggak ada hilang ingatan. Daya ingat Pak Nur masih sangat baik,” kata Abdul Halim.

Meski begitu ia memastikan Nur Mahmudi tak bisa hadir dalam pemeriksaan sebagai tersangka oleh Polresta Depok, dalam kasuskorupsi proyek Jalan Nangka, Tapos, yang dijadwalkan penyidik Kamis (6/9) lalu.

Ia menjelaskan, dalam surat pengajuan permohonan penundaan pemeriksaan yang diserahkan pihaknya ke penyidik Polresta Depok, turut juga dilampirkan rekam medis dari salah Klinik di Kota Depok. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here