Polisi Lakukan Panggilan Kedua

0
158
Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto saat diwawancarai media terkait kasus Jalan Nangka, Tapos

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polresta Depok resmi melayangkan surat panggilan pemeriksaan kedua kepada dua tersangka dugaan kasus korupsi proyek Jalan Nangka di Kecamatan Tapos yakni
mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Depok, Harry Prihanto.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto kepada wartawan mengatakan, sebelumnya keduanya NMI dan HP tidak hadir dalam jadwal pemeriksaan sesuai panggilan pertama yang dilayangkan penyidik.

Melalui kuasa hukumnya masing-masing, mereka meminta penundaan pemeriksaan sebagai tersangka sampai pekan depan.



“Hari ini, kami layangkan surat pemanggilan kedua kepada kedua tersangka,” Didik di Mapolresta Depok, Jumat (7/9).

Dalam surat panggilan kedua itu, kata Didik, tersangka Harry Prihanto diminta datang ke Mapolresta Depok untuk diperiksa penyidik pada Rabu (12/9) dan NMI pada Kamis (13/9)

“Jadwal pemeriksaan ini kami tentukan karena Selasa pekan depan itu adalah tanggal merah,” katanya.

Menurut Didik, sesuai janji keduanya melalui kuasa hukum mereka, ia optimis kedua tersangka memenuhi panggilan kedua penyidik pekan depan.

“Tentunya kami percaya, sesuai janji mereka yang akan hadir pekan depan. Berdasar dari penuturan kuasa hukum mereka yang datang kepada kami, dan memohon untuk pengunduran jadwal pemeriksaan,” terangnya.

Didik mengatakan, alasan kedua tersangka mangkir dari pemeriksaan sebelumnya dinilai logis. Sehingga pihaknya menjadwalkan ulang kembali pemeriksaan terhadap mereka.

“Berdasar tim pengacara masing-masing, untuk tersangka HP tak hadir karena ada kegiatan yang terjadwal. Sedangkan, tersangka NMI beralasan sakit. Alasannya kami nilai cukup logis,” ungkapnya.

Menurut Didik, tim penyidik kemungkinan akan berkordinasi dengan pihak lain untuk membongkar dugaan kasus korupsi Jalan Nangka.

“Intinya tim penyidik dalam melakukan langkah-langkah pemeriksaan dan penyidikan, pasti akan berkoordinasi dengan stakeholder yang lain untuk membuktikan suatu tindak pidana,” tukasnya.
Mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Jalan Nangka di Kelurahan Curug, Kecamatan Cilodong, Kamis (6/9) tidak datang memenuhi panggilan tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Polresta Depok.

Hal yang sama juga dilakukan oleh mantan Sekretaris Daerah Depok, Harry Prihanto yang semestinya memenuhi panggilan tim penyidik Polresta Kota Depok terkait kasus dugaan korupsi Jalan Nangka, Rabu (5/9) tidak datang atau mangkir. n CR1-JD


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here