PKL Marak Lagi Di Raya Citayam

0
121
Lapak milik PKL yang kembali di dibangun di Raya Citayam

Cipayung | jurnaldepok.id
Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Raya Citayam Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, yang sebelumnya ditertibkan Satpol PP Kota Depok, kembali berjualan di atas trotoar bahkan di bahu jalan.

Pantauan di Jalan Raya Citayam, trotoar yang seharusnya digunakan oleh para pejalan kaki tertutup oleh lapak para pedagang yang menjajakan dagangnnya.

Dengan kembalinya para PKL berjualan diatas trotoar mengakibatkan kawasan Jalan Raya Citayam yang merupakan salah satu titik penilaian Adipura menjadi kotor, kumuh dan semrawut.



“Kemarin kami lihat petugas Pol PP tertibkan lapak PKL yang berjualan diatas trotoar di Jalan Raya Citayam, dan sekarang ada lagi, lokasi menjadi kumuh dan kotor,” ujar warga Ratu Jaya, Firdaus.

Dia mengatakan, dirinya harus berjalan di bahu jalan ketika berada di Jalan Raya Citayam, dikarenakan sepanjang trotoar berubah fungsi menjadi lokasi berjualan para PKL.

“Ngeri juga kami kalau berjalan di Jalan Raya Citayam, takut ditabrak mobil atau motor karena trotoar sudah dikuasi sama PKL,”katanya.

Sementara itu penggiat lingkungan hidup Kota Depok, Didit menambahkan, tanggungjawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum bukan hanya ada di tangan pemerintah formal alias Satpol PP semata.

Pemangku kebijakan lokal, seperti pengurus RT, RW dan LPM harus terlibat aktif untuk menjaga lingkungannya masing-masing salah satunya menertibkan PKL yang berjualan tidak pada tempatnya.

“Apalagi sampai pada tingkatan LPM yang secara umum mengemban tugas pemberdayaan, harus jelas, siapa yang diberdayakan,” tandasnya.

Dalam hal ini, para PKL di lingkungannya jangan cuma didiamkan saja. Khususnya bagi warga sekitar yang ikut berjualan di lajur terlarang. Terlebih jika ada warga di luar lingkungan yang ikut berjualan.

“Jangan sampai anggaran pemerintah menjadi mubazir dan terbuang percuma, hanya untuk pekerjaan yang itu-itu saja alias dari penertiban ke penertiban, namun kami lihat PKL masih saja berjualan tidak pada tempatnya,” tukasnya.

Belum lagi, kata dia, urusan sampah yang dihasilkan dari aktifitas PKL tersebut yang kadang terlihat meninggalkan tumpukan sampah usai mereka berjualan di Jalan Raya Citayam.

Selain itu, kesan kumuh akan semakin terlihat. Apalagi jika jalur hijau yang dipakai untuk tempat berjualan.

“Salah satu solusi alternatif adalah pemanfaatan fasos-fasum di luar jalur hijau yang bisa dikonunikasikan melalui para pemangku kepentingan (perumahan, Lurah, LPM, RT & RW),” ungkapnya.

Selain itu yang terpenting adalah menciptakan suasana “pasar” bagi para pedagang lokal dengan memanfaatkan kerjasama lintas sektoral, seperti penggunaan akses internet gratis untuk meningkatkan volume penjualan dan lain-lain.

“Kepada petugas Satpol PP Kota Depok untuk tidak segan-segan melakukan penertiban kepada PKL yang berjualan tidak pada tempatnya seperti di trotoar dan sarana lainnya,” pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here