Kejari Garap Kasus Nur Mahmudi

0
209
Sufari

Cilodong | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok telah menerima dua berkas surat perintah dimulainya penyelidikan atau yang disebut SPDP, atas perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah, Harry Prihanto.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari mengatakan itu saat ditemui wartawan di kegiatan lempas sambut Kepala Rutan Depok, Selasa (4/9).

“Kami telah menerima dua berkas surat perintah dimulainya penyelidikan atau yang disebut SPDP, atas perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah Hari Prihanto,” ujarnya.



Dia mengatakan, ada dua penanganan kasus pidana korupsi yang ditangani penyidik Polri dalam hal ini Polres Depok dan hal tersebut sudah diterimanya.

Dengan SPDP, pihaknya kini tinggal mengikuti proses perkembangan kasus untuk selanjutnya dilakukan pelimpahan berkas tahap satu. Pihaknya pun memiliki waktu 30 hari untuk menanyakan kembali perkembangan kasus itu.

“Selama belum tahap satu, artinya ini masih kewenangan penyidik Polri dalam hal ini Polres. Nanti setelah 30 hari, barulah kami tanyakan lagi perkembangannya,” katanya.

Tim penyidik Tindak Pidana Polresta Depok menetapkan Eks Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan Jalan Nangka di Kecamatan Tapos.

Demikian dikatakan Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto. Dia mengatakan, tim penyidik Polresta Depok menetapkan pria yang akrab disapa NMI sebagai tersangka terkait kasus korupsi Jalan Nangka.

“Ya yang bersangkutan telah dinaikan status ke tersangka melalui mekanisme gelar perkara dan proses penyelidikan,” tandasnya.

Didik mengatakan, kedua tersangka belum melarikan diri ke luar negeri dan masih berada di rumahnya masing-masing.

“Untuk mengihindari dua tersangka ini melarikan diri makanya akan kami kirim surat permohonan pencekalan kepada Kantor Imigrasi II Kota Depok,” terangnya.

Pencekalan itu dilakukan sebagai langkah agar kedua tersangka tidak melarikan diri dan sebagai kepentingan untuk penyidikan lebih lanjut.

Terkait perkembangan kasus ini penyidik telah melayangkan surat panggilan terhadap NMI dan HP untuk pemeriksaan kepada keduanya.
“Ada yang dijadwalkan hari Rabu ada yang Kamis juga, NMI bisa saja tanggal 5 atau HP tanggal 6, nanti kami tentunya menunggu apakah panggilan sudah dilayangkan apakah memenuhi atau tidak,” pungkasnya. n CR1-JD


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here