Proyek Lanjutan Jalan Nangka Dipertanyakan

0
89
Inilah Jalan Nangka yang berada di wilayah Kecamatan Tapos, belakangan nama jalan tersebut menjadi trading topic lantaran menyeret mantan walikota dan Sekda Kota Depok dalam dugaan kasus korupsi

Tapos | jurnaldepok.id
Masyarakat yang bangunan dan lahannya terkena pembebasan proyek Jalan Nangka di Kelurahan Curug dan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, mempertanyakan kelanjutan pelebaran Jalan Nangka.

Masitoh, salah satu warga mengatakan, Pemerintah Kota Depok pada tahun 2015 awalnya berencana melebarkan sepanjang 500 meter sisi-sisi dengan lebar enam meter Jalan Nangka, namun hingga saat ini belum terlihat pelebaran jalan.

“Kalau kami tahu perencanaan pelebaran jalan ini sudah dari 2015 lalu disosialisasikan, sudah dari tiga tahun lalu kalau rencanannya, kan awalnya ada diskusi dulu antara warga, pejabat setempat, dan dinas lainnya,” ujarnya, kemarin.



Dia mengatakan, sampai saat ini kegiatan pelebaran jalan yang disosialisasikan Pemerintah Kota Depok pada tahun 2015 dipertanyakan oleh warga.

“Banyak warga yang tanya, kok sampai sekarang belum ada kegiatan pelebaran jalan, eh malah ramai dipemberitaan kami lihat,”katanya.

Menurut dia, uang ganti rugi pelebaran Jalan Nangka yang dikucurkan oleh pemerintah telah dipakai warga, ada yang untuk beli rumah lagi, naik haji, dan renovasi rumah.

Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Sukamaju Baru, Asyamadi mengatakan ada sekitar 17 rumah warganya yang saat itu diminta mundur enam meter.

“Iya waktu itu ada 17 rumah warga kami yang diminta mundur rumahnya, lalu ada lima rumah warga yang belum dibongkar, karena katanya harganya tidak sesuai dengan bangun mereka,” paparnya.

Menurut Asmayadi, satu rumah Jalan Nangka dihargai dengan harga yang bervariasi tergantung dengan kondisi rumah warga tersebut.

“Saya waktu itu dapat Rp 10 juta per meter karena rumah saya disuruh mundur. Tanah rumah saya panjangnya 107 meter terpotong 46 meter. Jadi tinggal 61 meter sisanya,” ucapnya.

Dia mengatakan, ada sekitar 17 warga yang rumahnya terkena pelebaran jalan dipanggil ke Polres untuk menjadi saksi.

“Warga kami yang rumahnya kena pelebaran jalan sudah dipanggil untuk diminta keterangannya di Polresta Depok,” ungkapnya.

Menurut dia, Jalan Nangka merupakan jalan alternative yang ramai dilewati warga setiap harinya. Jalan Nangka merupakan penghubung dari Jalan Raya Bogor ke Jalan Bakti ABRI.

“Jalan Nangka 24 jam aktivitas selalu bergulir dan cenderung macet total tiap harinya, apalagi kalau jam sibuk. Soalnya di sini banyak pabrik-pabrik, apartemen juga ada, banyak agen juga. Jadi mobil bak, kendaraan lainnya banyak lewat,” pungkasnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here