Seketsa Peremas Payudara Disebar

Polisi saat menunjukkan seketsa peremas payudara yang korbannya salah satu mahasiswi perguruan tinggi di Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Teka-teki siapa pelaku terduga peremas payudara seorang mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Depok mulai menemukan titik terang.

Aparat Kepolisian Polresta Depok akhirnya memperlihatkan wajah terduga peremas payudara mahasiswi di Kota Depok yang terjadi di wilayah Keluranan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Kepala Unit Tim Idik III, Satuan Reskrim Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus, Sabtu (28/7) kepada wartawan mengatakan, proses penyelidikan terkait kasus pelecehan seksual dengan modus remas payudara akhirnya menemukan titik terang. Polisi telah berhasil melakukan rekonstruksi wajah pelaku.

“Ya benar, tim kami dari penyidik Polresta Depok bersama Tim Inavis Mabes Polri telah melakukan rekonstruksi wajah pelaku,” ujarnya.

Dia mengatakan, adapun keterangan dari hasil rekonstruksi wajah tersebut, pelaku diperkirakan berusia 25 hingga 27 tahun dengan tinggi sekitar 170 sentimeter.

“Ciri khusus secara detail tidak ada, namun perkiraan usia antara 25 hingga 27 tahun dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, berlogat Sunda. Ini gambaran yang kami dapat dari keterangan korban,” paparnya.

Sketsa tersebut akan disebarluaskan ke masyarakat dengan harapan ada petunjuk baru atas kasus ini.

“Hasil dari gambar ini akan kami sebarluaskan pada masyarakat. Diharapkan masyarakat bisa memberikan informasi ke kami agar dapat segera mengungkap kasus ini,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro menambahkan, sejumlah saksi kasus peremasan payudara yang menimpa mahasiswi berinisial SHT (20), diperiksa penyidik Polresta Depok.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mendalami kasus yang menimpa mahasiswa semester enam asal Cirebon itu beberapa hari lalu. Saksi yang dimintai keterangan adalah korban dan saksi lainnya.

Sebelumnya korban SHT melaporkan kejadian pelecehan yang menimpanya ke Polresta Depok.
Dia mengalami pelecehan hingga dua kali di hari yang sama. Dia berharap agar pelakunya segera tertangkap.

Kasus ini menjadi perhatian karena viral di sosial media. Kemudian kasus sebelumnya juga pernah menimpa seorang karyawati di lokasi yang beda yang menimpa AMD di Jalan Kuningan Depok.

Kasus itu dilaporkan ke polisi dan pelaku tertangkap setelah polisi menyelidiki rekaman CCTV.
Pelaku pun sudah divonis namun hanya empat bulan. Kasus yang menimpa AMD terjadi pada Januari 2018 di Jalan Kuningan, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Seperti diketahui, SHT, mahasiswi semester enam jurusan Teknik Mesin di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Depok menjadi korban peremasan payudara saat sedang menjajakan donat di Gang Swadaya II, tak jauh dari kosannya di kawasan Gang Jengkol, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, sekira pukul 06.30 WIB, Minggu (15/7) lalu.

Pelaku sempat meremas payudara korban hingga dua kali dan memukul bagian kepala sambil mengeluarkan alat kelamin dan mengancam akan membunuh jika korban melawan. n Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here