Panwaslu Awasi Ijazah Palsu Caleg

Elyas T Ginting

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok, Elyas Tata Ginting telah melakukan upaya pengawasan terkait antisipasi penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh bakal calon anggota legislatif (BCAD).

“Kami fokus mencermati hal itu, di sana ada berita acara dari KPU ke parpol terkait kelengkapan syarat. Saat ini kami sedang sandingkan hasil pengawasan kami di proses pendaftaran tersebut,” ujar Elyas kepada Jurnal Depok, Rabu (25/7).

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan hal itu dan masih sesuai pengawasan dengan hasil berita acara yang disampaikan KPU kepada partai politik.

Dijelaskannya, dari 689 caleg yang mendaftar ke KPU, pihaknya juga ikut melakukan verifikasi dan pengawasan terhadap penggunaan ijazah.

“Konteksnya saat ini kan masa perbaikan sampai tanggal 31, di masa perbaikan ini kelengkapan-kelengkapan caleg yang belum lengkap harus dilengkapi. Dari itu kami cermati,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, PKPU nomor 20/2018 dijelaskan harus ada keterangan dari instansi berwenang terkait perbedaan identitas dan ijazah.

“Kami belum lihat penterjemahan dari KPU, apakah dari lembaga pendidikan ataukah Disdukcapil (perbaikannnya,red). Syarat minimal pendidikan SLTA, jadi yang digunakan ijazah SLTA. Kalau nama di ijazah dan di KTP sama, itu tidak menjadi soal,” paparnya.

Ditegaskannya, Panwaslu akan terus memantau proses pencalegan agar tidak ada hal-hal yang keluar dari aturan main.

“Kemarin memang ada persoalan seperti itu di Partai Nasdem, ada kelebihan huruf di KTP namun nama di ijazah dari SD sampai sarjana nya sama,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here