Ricuh Tiket KRL

Terlihat tumpukan penumpang di Stasiun Kereta Api Depok yang akan membeli tiket

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Akibat adanya perubahan sistem ticketing menyebabkan antrean dan berdesaknya penumpang di loket. Bahkan antrean penumpang di Stasiun Depok Lama atau Stadela Kota Depok mengakibatkan pecahnya loket tiket nomor 2.

Hal itu diduga akibat terjadinya aksi saling dorong antara penumpang yang berebut membeli tiket kertas.

VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa saat ditemui di Stasiun Depok lama membenarkan peristiwa itu.

Menurut Eva, situasi di Stasiun Depok Lama, cukup ramai dipadati calon penumpang.
Alhahsil, calon penumpang semakin membludak dan calon penumpang saling beredesakan agar bisa secepatnya mendapatkan tiket kertas. Kekacauan itu membuat kaca loket rusak.

“Kami lihat kaca loket tiket bukan pecah hancur. Hanya retak karena didorong penumpang yang berdesakan. Kemudian kami angkat agar tidak membahayakan penumpang,” ujarnya, Senin (23/7).

Eva juga memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Karena pihaknya langsung mengambil langkah antisipatif.

Dia mengatakan, selama pembaharuan dan pemeliharaan sistem e-Ticketing masih berlangsung, pengguna KRL diimbau menyiapkan waktu lebih awal untuk menggunakan KRL.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna KRL selama masa pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik.

“Permintaan maaf khususnya kami sampaikan kepada para pelanggan setia kami, pemilik Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik dari bank yang tetap perlu melakukan transaksi tiket pada loket sebelum menggunakan jasa KRL selama masa pemeliharaan berlangsung,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, sistem tiket elektronik KRL telah berjalan sejak Juli 2013 atau lima tahun yang lalu sehingga perlu dilakukan pembaharuan dan pemeliharaan.

Pembaharuan dan pemeliharaan sistem dalam skala keseluruhan yang berlangsung saat ini tidak dapat dihindari untuk menjaga keandalan sistem ini di masa yang akan datang.
Pembaharuan sistem dan pemeliharaan dilakukan sejak Sabtu (21/7).

Sebagai bentuk mitigasi jika proses pembaharuan masih membutuhkan waktu, maka untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL pada, Senin (23/) transaksi tiket KRL akan menggunakan tiket kertas yang diberlakukan di 79 stasiun KRL dimulai dari perjalanan kereta pertama hingga kereta terakhir.

Tiket kertas dijual seharga Rp 3.000 ke semua stasiun tujuan. Untuk mempercepat proses transaksi pengguna jasa diimbau untuk menyiapkan uang tunai sesuai tarif tiket kertas.

Adapun prosedur pembeliannya, pengguna dapat mengantri di loket maupun pada petugas di luar loket yang melayani pembelian tiket kertas ini. Satu tiket kertas hanya dapat digunakan oleh satu orang pengguna untuk satu kali perjalanan KRL.

Di stasiun awal, tiket kertas perlu diperlihatkan kepada petugas untuk ditandai bahwa tiket tersebut telah terpakai dan selanjutnya disimpan oleh pengguna jasa sebagai tanda bukti perjalanan.

Untuk kenyamanan bersama, PT KCI mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan kembali waktu perjalanannya.

“Saat ini seluruh petugas telah dikerahkan untuk mendukung pembaharuan sistem sekaligus membantu layanan kepada para penggunan commuterline,” terangnya.

Sementara itu salah satu pengguna jasa transportasi Wigono menambahkan, adanya perubahan pengantian kartu e Ticketing seharusnya diikuti dengan kesiapan petugas di loket penjualan karcis sehingga tidak harus mengantri lama.

“Ya pas mau beli tiket sudah terjadi antrian di depan loket,”pungkasnya. n Fx-Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here