Saksi Peremasan Payudara Diperiksa

Salah seorang korban saat menuturkan peristiwa pelecehan yang dialaminya

Margonda | jurnaldepok.id
Sejumlah saksi dugaan kasus peremasan payudara yang menimpa seorang mahasiwi AT (20) telah diperiksa oleh penyidik Polresta Depok.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mendalami kasus yang menimpa mahasiswa semester enam asal Cirebon itu beberapa hari lalu.

“Sudah ada empat orang saksi yang diperiksa oleh anggota kami,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Kamis (19/7).

Saksi yang dimintai keterangan adalah korban dan saksi lainnya yang mengetahui kejadian tersebut.

Sebelumnya korban SHT melaporkan kejadian pelecehan yang menimpanya ke Polresta Depok.
Dia mengalami pelecehan hingga dua kali di hari yang sama. Dia berharap agar pelakunya segera tertangkap.

“Yang jelas kami tangani sesuai aturan. Tim masih bekerja sampai saat ini,” tukasnya.

Sementara itu mahasiswi yang menjadi korban peremasan payudara AT di jalan lingkungan Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, terus bertambah korbanya lebih dari satu.

Hal itu dikatakan seorang mahasiswi AT yang menjadi korban peremasan kepada pihak Kepolisian Polresta Depok.

Korban AT mengatakan ada tiga teman wanitanya yang juga jadi korban peremasan payudara di sekitar jalan yang dilalui para korban

“Iya, korbannya bukan kami doang kak, tetapi ada tiga teman aku yang juga jadi korban. Tetapi, mereka malu untuk melapornya,” katanya.

Ketiga temannya juga berstatus mahasiswi. Mereka jadi korban pelaku peremasan payudara di jalanan Gang Kamboja, atau hanya berjarak beberapa meter dari tempat AT diremas begal payudara.

Rekannya mengalami kejadian pada sing hari, dengan waktunya yang berbeda.

“Lokasi jalannya sama, namun beda tempatnya dari kejadian yang kami alami,”katanya.

Para korban mengatakan kalau pelaku mengendarai sepeda motor jenis matic warna hitam.
Kasus ini menjadi perhatian karena viral di sosial media.
Kemudian kasus sebelumnya juga pernah menimpa seorang karyawati di lokasi yang beda yang menimpa AMD di Jalan Kuningan Depok, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Kasus itu dilaporkan ke polisi dan pelaku tertangkap setelah pilisi menyelidiki rekaman CCTV.
Pelaku pun sudah divonis namun hanya empat bulan. Kasus yang menimpa AMD terjadi pada Januari 2018. n Fx-Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here