Tebang Pohon Sembarangan Didenda Rp 50 Juta

Ety Suryahati

Margonda | jurnaldepok.id
Masyarakat di Kota Depok harus berhati-hati untuk menebang pohon sembarangan karena bisa dikenakan sanksi berupa denda mencapai Rp 50 juta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryaety saat meresmikan Taman Nusantara di Kecamatan Beji mengatakan, melakukan penebangan pohon yang menjadi paru-paru kota tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa ijin.

Karena, kata dia, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Perlindungan Lingkungan Hidup di Kota Depok, jika seseorang menebang pohon sembarangan alias tanpa ijin, si penebang bisa dipidanakan atau didenda paling tinggi Rp 50 juta.

“Jadi, bagi siapa pun yang menebang pohon sembarangan, bisa dipidana dengan hukuman kurungan penjara maksimal tiga bulan dan denda maksimal Rp 50 juta,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, pihaknya mengimbau bagi masyarakat Depok yang terganggu dengan keberadaan pohon rawan tumbang, diharapkan untuk melaporkan hal tersebut kepada DLHK dan tidak menebang sendiri secara langsung.

“Jangan asal menebang. Tetapi, yang harus dilakukan adalah melapor ke DLHK. Ini sudah ada aturannya di Depok atau disarankan untuk menanam pohon,” katanya.

Pihak dari DLHK, kata Ridwan, terus melakukan pengawasan dengan memonitoring keseluruh wilayah Kota Depok. Dari data yang dihimpun DLHK, saat ini terdapat 2.305 pohon.

Selain dirawat petugas, lanjutnya, pihaknya juga berharap peran serta masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi pohon.

Termasuk pohon rawan tumbang bisa segera dilaporkan kepada Emergency Call yang ada, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Markas Pohon di Posko Bibit, dan bisa juga ke Kantor DLHK langsung di Jalan Raya Bogor.

“Sambil kami terus lakukan monitoring, kami meminta masyarakat untuk segera memberitahukan jika ada pohon yang berpotensi membahayakan, agar dapat langsung kami tindak lanjuti. Partisipasi masyarakat juga kami harapkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. n Fx-Ktr

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here