KLB Askot PSSI, Enggak Jelas

Pradi Supriatna

Margonda | jurnaldepok.id

Wakil Walikota sekaligus Plt Ketua Askot PSSI Kota Depok, Pradi Supriatna turut menyoroti kisruh Kongres Luar Biasa (KLB) yang hingga kini tak jelas nasibnya.

“Tugas Plt sebenernya sudah selesai, setelah itu pilihlah pemimpin berikutnya, terserah teman-teman voters,” ujar Pradi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Pradi mengatakan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat dari Asprov Jabar terkait pengambilalihan Askot Depok oleh Asprov Jabar.

Dirinya juga membantah jika ada kendala dalam rencana gelaran KLB. Pasalnya, kata dia, pihaknya mengikuti mekanisme yang diperintahkan oleh Statuta dan mengikuti kongres sampai jabatan Plt selesai.

“Itu dinamika saja, serahin Depok saja, nagapain sih provinsi harus turun, kami yakin selesai. Pemilihan terserah voters yang milih, kan banyak klub nya,” katanya.

Dirinya memprediksi, persoalan tersebut akan selesai dalam waktu lima bulan ke depan. Dirinya bersama walikota akan mensupport ketua yang baru.

“Catat, saya enggak akan maju dalam KLB nanti. Saya menjaga amanah sebagai Plt Ketua Askot PSSI Depok,” tegasnya.

Sebelumnya Eksekutif Komite Askot PSSI Depok, Hendra Dimun mengatakan bahwa KLB akan digelar pada 28 April atau paling lambat 1 Mei 2018 lalu. Namun hal tersebut rupanya tidak dapat terealisasi hingga saat ini.

Bahkan, sempat tersiar kabar Mantan asisten pelatih Persikad, Mayadi Rakasiwi diduga dijegal untuk maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Depok. Hal itu mencuat setelah dirinya dianggap belum lepas dari sanksi yang diberlakukan terhadap dirinya.

Mayadi mengatakan, dari awal dirinya diminta untuk maju calon ketua bukan pribadi dirinya yang meminta kepada klub, namun dirinya diminta oleh klub untuk maju.

Hal itu, kata dia, didasari oleh semangat teman-teman klub untuk mewujudkan sepak bola yang terorganisir dengan baik.

“Dengan itu saya nyatakan bersedia untuk maju. Namun dalam perjalanan ada hal-hal yang mengganjal, dimana saya dinyatakan tidak bisa maju karena sanksi. Namun itu semua sesungguhnya sudah kami selesaikan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, berakhirnya sanksi bagi dirinya diperkuat dengan keluarnya surat pernyataan dari PSSI Pusat dan Asprov Jabar.

“Saya akan terus maju, karena ini semangat teman-teman untuk memajukan sepak bola di Kota Depok. Kami akan lakukan perbaikan-perbaikan ke depan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here