Pemkot Lakukan Pendampingan

ILUSTRASI

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok akan memberikan pendampingan kepada DO, bocah perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan seksual tetangganya sendiri pada, Minggu (8/7) malam.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Eka Bahtiar kepada wartawan mengatakan pendampingan diberikan setelah DPAPMK Depok berkordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Depok

“Kami langsung berkoordinasi dengan Unit PPA Polresta Depok dan Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TP2A Kota Depok. Kami akan memberikan pendampingan pada korban, jika dibutuhkan juga pada keluarga korban,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, koordinasi untuk pendampingan korban dan keluarga ini sebagai bentuk komitmen pihaknya menekan dampak jangka panjang terhadap korban yang masih anak-anak.

Sementara itu seorang warga AG, Minggu (8/7) malam diamankan dan diamuk warga karena diduga melakulan asusila kepada DO (10) yang masih dibawah umur.

Kejadian dugaan asusila itu terjadi di Perumahan Ferari Tirtajaya Indah, Jalan Romo RT 3 RW 4 Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya.

Kejadian itu berawal saat korban DO bersama rekannya pergi ke warung untuk membeli mainan Squish.

Saat menuju ke warung, korban bertemu dengan pelaku dan pelaku mengantarkan korban ke warung yang dituju.

Namun warung yang dituju tutup, lalu pelaku mengantarkan korban pulang kerumahnya.
Saat diperjalan pelaku langsung melakukan aksi pecabulan dengan memegang alat kelamin, korban sempat menolaknya akan tetapi pelaku melakukan asusila sebanyak dua kali.

Sesampainya di rumah, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke orang tuanya, lalu orang tuanya langsung mendatangi pelaku yang tidak lain tetangga korban.

Atas kejadian itu keluarga korban sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Depok dengan membuat LP.

“Ya anak kami diduga digituin sama pelaku, kami sudah laporkan ke Polresta Depok,”kata orang tua korban RS.

Ketua RT 3 RW 4, Menir mengaku kaget mendapat informasi itu. Belum lama pulang dari Pantai Anyer, Menir langsung bergerak mengamankan warga untuk tidak melakukan kekerasan kepada pelaku sebelum polisi datang.

“Sebenarnya ngantuk berat saya cuma karena ini tanggungjawab saya sebagai ketua RT harus saya kawal laporannya di Polres Depok,” katanya.

Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Depok, IPDA Nurul Kamilawati menambahkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Sejumlah saksi masih kita mintai keterangan. Selain itu masih menunggu hasil visum korban dari rumah sakit Polri Kramat Jati,”pungkasnya. n Fx-Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here